Di pusat kota itu, memang menjadi pusat keramaian massa.
Ada panggung hiburan musik serta bazar UMKM dan ditutup dengan pesta kembang api.
Ini berbeda dengan kota-kota lain di Pati Raya yang ”sepi-sepi” saja. Massa mulai tumpah dan membanjiri Alun-alun Jepara usai Maghrib. Bersama pasangan, keluarga, dan teman.
Sejak pukul 19.30 hingga 20.00 Kabupaten Jepara diguyur hujan. Kemudian terang hingga pukul 22.00, tapi hujan lagi sampai pukul 23.45. Sampai pukul 00.00 gerimis pun masih mengundang.
Namun, masyarakat tetap sabar dan antusias menunggu malam pergantian tahun yang diwarnai pesta kembang api.
Sebab, ada setidaknya dua mobil kembang api yang memeriahkan malam pergantian tahun 2024 ke 2025 itu.
Menginjak pukul 00.00, kembang api mulai bersahut-sahutan. Massa yang berkumpul mengeluarkan smartphone untuk mendokumentasikan momen tahunan ini.
Langit pusat Jepara Kota jadi terang benderang. Percikan dan kilatan dari kembang api menerangi beberapa penjuru.
Sorak-sorai warga turut mengiringi pesta kembang api yang berlangsung selama tujuh menit tersebut.
Miftah, 48, warga Desa Wonorejo, Jepara Kota, semringah bisa menyaksikan pesta kembang api ini. Dia datang bersama suami dan anaknya.
”Berangkat dari rumah pukul 21.00. Terus beli jajan, tapi kemudian hujan. Ngiyup dulu sampai pesta kembang api dimulai," ujarnya.
Sebagai bentuk suka cita dirinya juga membeli mainan ataupun terompet untuk anaknya. Dimaksudkan untuk ditiup saat detik-detik pergantian tahun.
”Senang, daripada duduk dan tidak ngapa-ngapain di rumah, stres. Tahun-tahun lalu juga seperti ini," imbuhnya.
Pengunjung lain, Amin, 29, salah satu pengunjung asal Kecamatan Mayong, mengaku berangkat dari rumah sekitar pukul 18.30. ”Ya sambil kulineran. Menikmati malam tahun baru," ujarnya bersama salah seorang temannya.
Editor : Noor Syafaatul Udhma