Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hidup Sebenarnya Murah, Tapi Keinginan Membuatnya Mahal

A
Penulis: Ali Mustofa❯
Ilustrasi menjalani kehidupan yang baik (gemini ai)
Ilustrasi menjalani kehidupan yang baik (gemini ai)

Advertisement

RADAR KUDUS – Banyak orang merasa hidup semakin berat dari hari ke hari.

Bukan karena beban hidup benar-benar bertambah, tetapi karena keinginan yang terus tumbuh tanpa batas.

Tanpa disadari, manusia sering menambah beban hidupnya sendiri melalui standar kebutuhan yang terus dinaikkan.

Advertisement

Pada hakikatnya, kebutuhan dunia sangat ditentukan oleh keinginan manusia. Ketika keinginan kecil, kebutuhan terasa sederhana.

Namun saat keinginan membesar, kebutuhan pun ikut membengkak.

Di sinilah letak persoalannya: manusia sering kali mengira kebutuhannya bertambah, padahal yang sebenarnya bertambah adalah keinginannya.

Advertisement

Keinginan memiliki sifat seperti api. Semakin diberi bahan bakar, semakin besar nyalanya.

Ia tidak pernah berhenti pada satu titik, tetapi selalu menuntut lebih dan lebih.

Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ia ingin memiliki dua lembah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menggambarkan watak dasar manusia: keinginan tidak pernah berhenti pada satu batas. Selalu ada dorongan untuk menambah, memperbesar, dan melipatgandakan.

Advertisement

Artikel Terkait

Bukan Karena Hidup Sulit, Tapi Karena Kita Terlalu Memaksa

Bukan Karena Hidup Sulit, Tapi Karena Kita Terlalu Memaksa

Dalam gambaran hidup yang ideal, manusia tidak terlalu sibuk memikirkan “ingin menjadi apa” atau “ingin memiliki apa”.

Jika Paham Ayat Ini, Cara Pandangmu tentang Uang Akan Berubah Total

Jika Paham Ayat Ini, Cara Pandangmu tentang Uang Akan Berubah Total

Dunia bukan untuk ditinggalkan, tetapi juga bukan untuk diprioritaskan berlebihan. Ia hanyalah alat untuk mengumpulkan bekal menuju kehidupan yang abadi.

Semakin Banyak Keinginan, Semakin Dekat dengan Penderitaan? Ini Penjelasannya

Semakin Banyak Keinginan, Semakin Dekat dengan Penderitaan? Ini Penjelasannya

Keinginan yang tidak terkendali ibarat api kecil yang terus diberi bahan bakar. Ia tidak pernah benar-benar padam, justru semakin membesar dan menghanguskan ketenangan hati.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer