Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Efek Kolaborasi Naruto Bikin eFootball Kehilangan Identitas?

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 6 Mei 2026 | 08:12 WIB
Naruto x eFootball: Inovasi Berani atau Justru Salah Arah?
Naruto x eFootball: Inovasi Berani atau Justru Salah Arah?

RADAR KUDUS - Kolaborasi antara eFootball dan Naruto menuai respons beragam dari komunitas gamer. Alih-alih disambut sepenuhnya positif, kerja sama lintas dunia ini justru memicu perdebatan sengit: inovasi segar atau langkah yang terlalu jauh dari identitas game sepak bola?

Secara konsep, kolaborasi ini terdengar menarik—menggabungkan dunia sepak bola dengan elemen anime populer. Namun dalam praktiknya, banyak pemain merasa nuansa realistis yang selama ini menjadi ciri khas eFootball justru memudar.


Realisme Sepak Bola Dipertanyakan

Sebagai game yang dikenal mengedepankan simulasi sepak bola, eFootball dinilai kehilangan “jati diri” ketika elemen Naruto dimasukkan. Pemain kini bisa melihat adegan tak biasa seperti Robert Lewandowski bergaya ninja atau stadion dihiasi visual efek ala jurus anime seperti Susanoo dan Kyuubi.

Efek tendangan seperti “Rasen Shuriken” hingga animasi selebrasi bertema ninja dianggap terlalu berlebihan dan mengganggu pengalaman bermain yang realistis. Bagi sebagian pemain, hal ini terasa seperti mengubah simulasi olahraga menjadi hiburan fantasi.


Konten Dinilai Tidak Konsisten

Masalah lain muncul dari distribusi konten dalam game. Beberapa pemain mendapatkan perlakuan spesial melalui kartu “Epic” dengan animasi unik bertema Naruto, sementara yang lain tidak.

Contohnya, Gareth Bale dan Marcelo mendapat efek eksklusif, sementara Pierre-Emerick Aubameyang tidak memperoleh fitur serupa. Hal ini memicu kritik soal ketidakseimbangan dan potensi ketidakadilan dalam sistem gacha.


Beban Performa dan Masalah Teknis

Selain aspek visual, update kolaborasi ini juga membawa konsekuensi teknis. Penambahan efek, animasi, hingga konten grafis baru membuat ukuran game membesar dan membutuhkan memori lebih tinggi.

Sejumlah pemain melaporkan performa game menjadi lebih berat, terutama di perangkat dengan spesifikasi menengah. Tak hanya itu, masalah di mode PvP online juga muncul, seperti pertandingan yang tiba-tiba terhenti atau hasil laga tidak tersimpan.

Pihak Konami telah mengakui adanya gangguan ini dan menjanjikan kompensasi. Namun bagi sebagian pemain, masalah tersebut dinilai lebih dari sekadar bug biasa karena berdampak langsung pada pengalaman bermain.


Kreatif atau Terlalu Jauh?

Kolaborasi ini memang menghadirkan sesuatu yang berbeda dan berpotensi menarik pasar baru, khususnya penggemar anime. Namun, bagi pemain lama yang menginginkan simulasi sepak bola murni, langkah ini dianggap terlalu jauh dari esensi utama game.

Perdebatan pun tak terhindarkan: apakah inovasi seperti ini menjadi masa depan game olahraga, atau justru merusak identitas yang sudah dibangun selama bertahun-tahun?

Editor : Mahendra Aditya
#eFootball Naruto kolaborasi #eFootball update terbaru #Konami eFootball bug #Naruto di eFootball #review eFootball 2026