Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Makna dan Hikmah Berdiri dalam Shalat Sesuai Tuntunan Syariat

Ali Mustofa • Senin, 2 Maret 2026 | 15:20 WIB
Umat muslim melaksanakan shalat tarawih Ramadhan (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Umat muslim melaksanakan shalat tarawih Ramadhan (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
RADAR KUDUS - Setelah melaksanakan takbiratul ihram, gerakan pertama dalam shalat adalah berdiri.

Posisi ini menjadi awal dari rangkaian ibadah yang menunjukkan kesiapan seorang muslim untuk menghadap Allah SWT dengan penuh khusyuk dan ketundukan.

Berdiri dalam shalat bukan sekadar sikap tubuh, tetapi memiliki aturan, makna spiritual, serta manfaat bagi kesehatan fisik.

Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, posisi berdiri dalam shalat dilakukan dengan tegak, tenang, dan tidak kaku, serta memperhatikan keseimbangan tubuh secara sempurna.

Tata Cara Berdiri dalam Shalat

Dalam posisi berdiri, seorang muslim berdiri tegak tanpa condong ke kanan atau ke kiri, serta tidak dalam keadaan kaku.

Kedua kaki direnggangkan kira-kira selebar bahu agar tubuh berada dalam posisi stabil dan seimbang.

Pada posisi ini, tangan kanan diletakkan atau memegang tangan kiri dengan tenang, sesuai pendapat mayoritas ulama fikih.

Sikap tersebut membantu menjaga ketenangan dan kekhusyukan selama shalat.

Postur berdiri yang benar memberikan kesempatan bagi tulang punggung untuk berada dalam posisi lurus dan alami.

Otot-otot punggung bekerja menopang tubuh sehingga susunan tulang tetap tegap dan seimbang.

Kewajiban berdiri dalam shalat bagi orang yang mampu ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman: “Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 238)

Selain itu, Rasulullah SAW juga memberikan tuntunan kepada Imran bin Hushain RA:

“Shalatlah kamu dengan berdiri, apabila tidak mampu maka dengan duduk, dan jika tidak mampu juga maka shalatlah dengan berbaring ke samping.” (HR. Bukhari)

Dalil tersebut menunjukkan bahwa berdiri merupakan rukun shalat bagi orang yang mampu melakukannya.

Keseimbangan Tubuh dalam Posisi Berdiri

Sikap berdiri dalam shalat menuntut keseimbangan antara bagian tubuh kanan dan kiri.

Berat badan ditumpukan secara merata pada kedua telapak kaki, sehingga postur tubuh menjadi tegap dan stabil.

Pada telapak kaki terdapat titik-titik saraf refleksi yang berhubungan dengan berbagai organ tubuh.

Ketika berat badan bertumpu secara seimbang, titik-titik tersebut mendapat stimulasi yang membantu menjaga fungsi organ tubuh.

Posisi tulang punggung juga berada pada susunan alami, yakni bagian leher melengkung ke depan, bagian dada melengkung ke belakang, dan bagian pinggang kembali melengkung ke depan.

Susunan ini merupakan posisi ideal yang mendukung fungsi optimal organ tubuh.

Posisi Kaki yang Ideal dan Stabil

Dalam berdiri, kedua kaki dibuka selebar bahu dengan tumit sedikit terbuka ke arah luar dan jari-jari kaki menghadap ke kiblat.

Posisi ini menciptakan kestabilan sekaligus menjaga keselarasan tubuh.

Sikap tersebut juga membantu merapatkan barisan dalam shalat berjamaah, karena bahu bertemu bahu dan mata kaki bertemu mata kaki dengan jamaah di sampingnya.

Kaki tidak boleh terlalu rapat seperti sikap siap dalam baris-berbaris, namun juga tidak terlalu lebar seperti posisi kuda-kuda.

Shalat menempatkan posisi tubuh di antara kedua sikap tersebut, yakni stabil namun tetap tenang.

Selain menjaga keseimbangan, posisi kaki yang benar juga membantu mengurangi risiko cedera seperti terkilir, karena berat badan tidak hanya bertumpu pada satu sisi telapak kaki.

Manfaat Medis Berdiri Tegak dalam Shalat

Dari sisi kesehatan, berdiri tegak memberikan banyak manfaat bagi tubuh.

Tumpuan berat badan yang merata membantu memperkuat struktur tulang penyangga tubuh serta menjaga kepadatan tulang.

Dalam ilmu ortopedi dikenal teori bahwa tekanan pada tulang memengaruhi kepadatan dan kekuatannya.

Berat tubuh yang ditumpukan secara seimbang akan membuat tulang lebih kuat dan mengurangi risiko patah tulang.

Posisi berdiri yang benar juga menjaga keseimbangan sendi lutut dan tungkai.

Apabila keseimbangan ini terganggu, dapat muncul perubahan bentuk kaki, seperti melengkung ke luar atau ke dalam, yang berpotensi menimbulkan gangguan pada persendian.

Dengan demikian, berdiri dalam shalat tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga berfungsi menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Larangan Berdiri dengan Sikap Malas

Al-Qur’an juga mengingatkan tentang sikap malas dalam berdiri ketika shalat.

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 142 bahwa orang-orang munafik berdiri dalam shalat dengan rasa malas.

Sikap malas ini dapat terlihat dari tubuh yang condong pada satu kaki sehingga beban tidak seimbang, atau bersandar pada dinding tanpa kebutuhan.

Sikap tersebut menunjukkan kurangnya kesungguhan dalam beribadah.

Namun, terdapat keringanan bagi orang yang memiliki uzur atau kelelahan, seperti saat shalat malam dengan bacaan yang panjang.

Rasulullah SAW sendiri pernah melaksanakan shalat dengan durasi lama hingga kaki beliau bengkak, bahkan dalam kondisi tertentu beliau duduk atau menggunakan penopang.

Hal ini menunjukkan bahwa kemudahan dalam ibadah diberikan sesuai kemampuan.

Makna Spiritual Berdiri dalam Shalat

Lebih dari sekadar gerakan fisik, berdiri dalam shalat melambangkan kesiapan seorang hamba menghadap Allah SWT dengan penuh ketundukan.

Sikap tegap dan seimbang mencerminkan keseriusan, keikhlasan, serta penghormatan kepada Sang Pencipta.

Dengan menjaga tata cara berdiri sesuai tuntunan syariat, seorang muslim tidak hanya memperoleh kesempurnaan ibadah.

Tetapi juga mendapatkan manfaat bagi kesehatan, keseimbangan tubuh, dan ketenangan jiwa. Shalat pun menjadi sarana penyucian diri yang menyentuh aspek spiritual sekaligus . (top)

 
Editor : Ali Mustofa
#syariat #malas #berdiri #Allah SWT #Hikmah #shalat