Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

190 Karyawan PT Anugerah Grafika Tolak Outsourcing, Ramai-Ramai Serukan Pengunduran Diri!

Andre Faidhil Falah • Rabu, 23 April 2025 | 00:43 WIB
TUMPLEK BLEK: Ratusan karyawan PT Anugerah Grafika berkumpul di halaman perusahaan pada Selasa (22/4).
TUMPLEK BLEK: Ratusan karyawan PT Anugerah Grafika berkumpul di halaman perusahaan pada Selasa (22/4).

PATI – Suasana memanas terjadi di halaman PT Anugerah Grafika, anak perusahaan dari PT Dua Kelinci, Selasa (22/4).

Sebanyak 190 karyawan memilih mengundurkan diri sebagai bentuk penolakan terhadap rencana penerapan sistem outsourcing.

Aksi mogok kerja dilakukan sejak pagi hari. Ratusan karyawan berkumpul di pintu masuk perusahaan yang bergerak di bidang kemasan makanan ringan tersebut.

"Metu. Metuu. Mulih," teriak beberapa karyawan yang mondar-mandir di area halaman perusahaan.

Mereka menyatakan keberatan terhadap sistem outsourcing yang dinilai merugikan posisi mereka sebagai karyawan tetap.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebagian besar dari mereka telah bekerja selama sekitar lima tahun, namun belum juga diangkat sebagai pegawai tetap.

"Sudah lima tahunan ini. Tidak diangkat menjadi pegawai tetap. Ini ada ratusan karyawan yang mogok," ucap seorang karyawan yang enggan disebut namanya.

Setelah beberapa saat, perwakilan manajemen turun tangan menemui para karyawan.

Operasional Manager PT Anugerah Grafika, Agung Lestari, menyampaikan bahwa sistem outsourcing diterapkan karena pertimbangan kondisi operasional perusahaan. Ia menegaskan bahwa hak-hak karyawan tetap akan dijamin.

"Perusahaan harus menerapkan sistem outsourcing karena kondisi operasional. Tapi kami pastikan hak-hak karyawan tidak akan dikurangi," jelas Agung.

Meski begitu, pernyataan tersebut tidak mampu membendung keputusan para karyawan.

Sebanyak 190 orang tetap memilih keluar dari perusahaan. Aksi berjalan damai tanpa insiden.

Setelah menyampaikan sikapnya, para karyawan membubarkan diri dengan tertib.

Kebijakan outsourcing ini disebut sebagai langkah strategis perusahaan dalam menghadapi dinamika industri.

Namun, keputusan tersebut memicu gejolak di internal tenaga kerja.

"Ayo metu ko kene. Wes ra weruh neh aku," celetuk salah satu karyawan sambil meninggalkan lokasi dengan sepeda motornya. (adr)

Editor : Mahendra Aditya
#Tolak Outsourcing #outsourcing #pati #PT Anugerah Grafika