Jakarta – Antusiasme masyarakat terhadap seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 kembali dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab.
Di tengah belum adanya pengumuman resmi pemerintah, sebuah tautan pendaftaran CPNS yang mengatasnamakan enam kementerian viral di media sosial, khususnya Facebook.
Klaim tersebut menyebut formasi CPNS 2026 telah dibuka oleh Kementerian PANRB dan memuat rincian ribuan lowongan di sejumlah kementerian strategis.
Namun setelah ditelusuri, informasi itu dipastikan tidak benar dan mengandung potensi penipuan digital.
Temuan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak terjebak euforia pendaftaran CPNS yang kerap dimanfaatkan sebagai ladang kejahatan siber.
Baca Juga: CPNS 2026 Fokus Digital, Pendidikan, dan Daerah 3T, Ini Formasi dan Jadwalnya
Narasi Viral: Formasi Fantastis, Tautan Mencurigakan
Unggahan yang beredar sejak 8 Januari 2026 itu menyajikan narasi meyakinkan. Dalam postingan tersebut, disebutkan bahwa formasi CPNS 2026 telah resmi dirilis, lengkap dengan pembagian kuota di enam kementerian, mulai dari kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga perhubungan.
Narasi tersebut dipoles dengan kalimat persuasif, emoji, serta poster bergaya resmi. Yang paling krusial, unggahan itu dilengkapi tombol “daftar” yang mengarahkan pengguna ke sebuah situs eksternal.
Saat tautan diklik, pengguna diarahkan ke halaman formulir digital yang meminta data pribadi, mulai dari nama lengkap hingga nomor Telegram.
Pola ini menjadi tanda awal praktik phising, yakni upaya mencuri data dengan kedok pendaftaran resmi.
Baca Juga: 200 Lebih Formasi CPNS Kosong, MRP Papua Selatan Tegaskan Kuota ASN Wajib untuk OAP
Pemerintah Belum Buka CPNS 2026
Hasil penelusuran mengonfirmasi bahwa pemerintah belum membuka pendaftaran CPNS 2026. Hingga pertengahan Januari 2026, proses seleksi aparatur sipil negara masih berada pada tahap perencanaan dan penghitungan kebutuhan formasi.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, menyatakan bahwa pembahasan CASN 2026 memang sudah berjalan, namun belum memasuki tahap pengadaan.
“Masih menunggu usulan kebutuhan dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Artinya, klaim bahwa formasi CPNS 2026 telah diumumkan lengkap dengan jumlah dan kementerian tujuan adalah informasi yang menyesatkan.
Satu-satunya Portal Resmi CPNS
Pemerintah secara konsisten menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran CPNS hanya dilakukan melalui portal resmi SSCASN milik BKN.
Alamat satu-satunya yang sah adalah:
sscasn.bkn.go.id
Tidak ada pendaftaran melalui:
-
Link pendek
-
Situs pihak ketiga
-
Formulir Google
-
Media sosial
-
Pesan WhatsApp atau Telegram
Setiap informasi di luar kanal resmi tersebut patut dicurigai sebagai hoaks atau upaya penipuan.
Baca Juga: 500 Formasi CPNS 2026 di Kemenkumham, Kemenkeu Bidik Lulusan SMA
Pola Lama, Korban Baru
Kasus tautan palsu CPNS bukan fenomena baru. Setiap menjelang pembukaan seleksi ASN, pola serupa hampir selalu muncul dengan kemasan berbeda.
Ciri-ciri umum hoaks pendaftaran CPNS antara lain:
-
Mengklaim “pendaftaran sudah dibuka diam-diam”
-
Menyebut formasi besar tanpa sumber resmi
-
Menggunakan domain tidak dikenal
-
Meminta data pribadi di luar SSCASN
-
Mengarahkan ke nomor Telegram atau WhatsApp
Yang membedakan kali ini adalah skala narasi. Penyebutan enam kementerian sekaligus dengan angka formasi besar dirancang untuk membangun rasa urgensi dan kepercayaan palsu.
Baca Juga: CPNS Resmi Jadi Satu-Satunya Jalan Guru dan Dosen Mulai 2026
Bahaya Nyata di Balik Klik
Risiko mengklik tautan palsu tidak hanya sebatas kehilangan data. Informasi pribadi yang dikumpulkan bisa digunakan untuk:
-
Penipuan lanjutan
-
Penyalahgunaan identitas
-
Pembuatan akun ilegal
-
Serangan siber berbasis rekayasa sosial
Dalam konteks CPNS, data seperti NIK, nama lengkap, dan kontak pribadi memiliki nilai tinggi di pasar gelap digital.
Literasi Digital Jadi Kunci
Kasus ini kembali menegaskan pentingnya literasi digital di tengah tingginya minat masyarakat terhadap CPNS. Antusiasme yang tidak dibarengi kewaspadaan justru membuka celah kejahatan.
Masyarakat diimbau untuk:
-
Selalu mengecek sumber informasi
-
Tidak terburu-buru mengklik tautan
-
Memverifikasi melalui situs resmi pemerintah
-
Mengabaikan klaim “pendaftaran rahasia” atau “jalur cepat”
Pemerintah juga terus mengingatkan bahwa pengumuman CPNS tidak pernah dilakukan secara mendadak atau melalui akun pribadi di media sosial.
Klaim Palsu, Publik Harus Waspada
Berdasarkan hasil verifikasi, klaim tentang tautan pendaftaran CPNS 2026 di enam kementerian dipastikan tidak benar. Pemerintah belum membuka seleksi CPNS 2026, dan seluruh proses resmi hanya akan diumumkan melalui SSCASN BKN.
Di tengah maraknya hoaks CPNS, satu prinsip penting harus dipegang publik: jika bukan dari SSCASN, maka patut dicurigai.
Editor : Mahendra Aditya