Radar Kudus - Dalam dunia kuliner internasional, terdapat berbagai istilah yang digunakan untuk menyebut hidangan berbahan daging babi.
Umat Muslim perlu berhati-hati agar tidak terkecoh oleh istilah-istilah ini.
Berikut adalah 10 istilah makanan berbahan babi yang dilansir dari Halal Corner:
1. Swine
Istilah ini digunakan untuk menyebut keseluruhan spesies babi. Kata ini biasanya muncul dalam konteks peternakan atau agrikultur skala besar.
Secara umum, swine merujuk pada semua jenis babi tanpa memandang umur atau ukuran.
2. Hog
Istilah hog digunakan untuk menyebut babi yang memiliki berat lebih dari 50 kilogram.
Hog umumnya merujuk pada babi dewasa yang siap untuk diproses menjadi berbagai produk makanan.
3. Lard
Lard adalah istilah lain untuk lemak babi. Lemak ini sering digunakan dalam pembuatan produk seperti sabun, minyak goreng, dan mentega.
Meskipun terdengar umum, penting bagi umat Muslim untuk mewaspadai penggunaannya dalam produk sehari-hari.
4. Ham
Ham adalah daging dari paha babi yang diolah dan biasanya diiris tipis. Istilah ini cukup populer dan sering ditemui pada menu sarapan atau sandwich.
Meskipun ada versi ham yang dibuat dari daging sapi, ham asli berasal dari daging babi.
5. Porcine
Porcine adalah istilah yang digunakan dalam dunia medis untuk merujuk pada produk yang mengandung ekstrak daging babi atau insulin yang berasal dari babi.
Produk ini sering digunakan dalam pembuatan obat-obatan.
6. Charsiu
Charsiu adalah teknik memasak yang berasal dari masakan Cina, yang biasanya digunakan untuk mengolah daging babi.
Namun, seiring dengan adaptasi budaya, kini juga ada charsiu yang dibuat dari daging sapi atau ayam.
7. Dweji
Dweji adalah istilah Korea yang digunakan untuk menyebut hidangan berbahan dasar daging babi.
Istilah ini sering muncul dalam menu restoran Korea, sehingga perlu diwaspadai.
8. Tonkatsu dan Tonkotsu
Tonkatsu adalah hidangan Jepang berupa irisan daging babi yang digoreng dengan tepung. Sementara
Tonkotsu adalah istilah yang merujuk pada kuah ramen yang dibuat dengan kaldu tulang babi. Kedua istilah ini umum ditemui di restoran Jepang.
9. Khinzir
Dalam bahasa Arab dan Melayu, khinzir adalah istilah untuk daging babi.
Istilah ini digunakan secara spesifik untuk menjelaskan bahwa daging tersebut dilarang dalam ajaran Islam.
10. Bratwurst
Bratwurst adalah jenis sosis yang berasal dari Jerman, yang biasanya dibuat dari campuran daging babi dan sapi.
Sosis ini cukup populer di berbagai belahan dunia dan sering disajikan dalam berbagai acara kuliner.
Dengan mengetahui istilah-istilah ini, umat Muslim dapat lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan memastikan kehalalan setiap hidangan yang dikonsumsi.
Editor : Abdul Rokhim