KUDUS — Rangkaian acara Hari Jadi ke-475 Kabupaten Kudus dipaparkan Pj Bupati Kudus M. Hasan Chabibie.
Beragam hiburan disuguhkan untuk masyarakat Kudus.
Mulai dari salawatan, gebyar pedagang kaki lima (PKL), Mlaku Bareng Pj Bupati Kudus, pameran bonsai, flashmoob caping kalo, hingga puncaknya kenduren dan live music mendatangkan band papan atas Wali.
Pj Bupati Hasan mengatakan, HUT Kudus tahun ini acaranya padat. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, mengusung tema ”Kudus Berkolaborasi Membangun Negeri”.
”Buktinya, pihak-pihak yang terlibat dalam rangkaian Hari Jadi ke-475 Kabupaten Kudus, baik dari perusahaan swasta maupun komunitas di Kudus. Kami juga datangkan youtober dari Jakarta. Lalu untuk acara it meet up diisi dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) dan Kudus Literasi juga kami kerja sama dengan Kemendikbud Ristek,” ujarnya.
Hasan menambahkan, yang tak kalah menarik ada gelaran Kudus Fashion Week (KFW) yang mengangkat kearifan lokal Kudus caping kalo. Selain itu, ada juga khitan masal dan nikah masal.
”Kalau yang nikah masal lokasinya berbeda-beda. Biasanya mencari hari baik. Jadi, nikahnya di KUA masing-masing. Lalu ngunduh mantu-nya di Pendapa Kudus. Data yang masuk ke saya sudah ada 15 pasang. Rata-rata sebelumnya nikah siri dan ingin dilegalkan,” ujarnya.
Sementara itu, gelaran Kudus Fashion Week akan dimeriahkan flashmoob caping kalo yang bakal diikuti 500 peserta di tengah Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
”Flashmoob dikemas di dalam Fesfival Caping Kalo. Nantinya tamu undangan atau peserta wajib mengenakan caping kalo,” kata Ketua Panitia Kudus Fashion Week Aries Magenta saat technical meeting di At Hom Hotel Kudus pada Kamis (12/9) lalu.
Acara tersebut didukung PT Nojorono Tobacco International yang telah getol nguri-uri caping kalo.
Agenda untuk flasmoob caping kalo digelar Kamis (19/9). Mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Sesuai dengan tema Kudus Fashion Week, kali ini Kudus Icon of Caping Kalo. Jadi ini juga bentuk dukungan mempopulerkan caping kalo. Akan ada lebih dari 500 tamu undangan yang hadir pada Kudus Fahion Week di hari tersebut.
Mereka diwajibkan mengenakan baju kebaya dan caping kalo. Ini tambah menarik saat showing tenant dan flashmoob menari bersama.
”Saat ini kami sudah memberikan informasi ke berbagai lapisan masyarakat Kudus,” ujar Aries.
Sementara itu, Direktur PT Nojorono Tobacco International Arief Goenadibrata mengatakan, caping kalo sudah terdaftar dalam hak atas kekayaan intelektual (HAKI).
Jadi, ini lebih pada memperkenalkan lebih luas kepada masyarakat. Sebab, masih ada yang belum tahu tentang caping kalo.
”Adanya KFW yang ingin mengangkat caping kalo kami sangat suport. Agar lapisan masyarakat tahu bentuk caping kalo. Terutama anak-anak muda. Mudah-mudahan acara berjalan lancar dan sukses,” harapnya. (san/lin)
Editor : Abdul Rokhim