Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Imlek Harmoni Nusantara di Sam Poo Kong, Simbol Toleransi dan Magnet Wisata Jawa Tengah

Zainal Abidin RK • Minggu, 15 Februari 2026 | 08:27 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi hadir di agian dari rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi di Kota Semarang.
Gubernur Ahmad Luthfi hadir di agian dari rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi di Kota Semarang.

SEMARANG – Semangat kebinekaan mewarnai perayaan Imlek Vaganza Harmoni Nusantara 2026 di Kelenteng Sam Poo Kong yang kembali menjadi ajang pemersatu lintas budaya dan agama. Agenda berskala nasional ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah menjelang puncak acara.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau kesiapan lokasi pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi di Kota Semarang. Perayaan di Kelenteng Sam Poo Kong dinilai semakin menguatkan posisi Jawa Tengah sebagai destinasi wisata unggulan.

Rombongan tiba sekitar pukul 15.00 dan disambut Ketua Yayasan Sam Poo Kong, Mulyadi Setia Kusuma. Mereka menyaksikan atraksi Tonggak Barongsai serta berkeliling kawasan kelenteng. Wakil Presiden, Gubernur, dan Wali Kota juga menyapa masyarakat yang hadir dengan hangat.

Ahmad Luthfi menegaskan, Imlek bukan sekadar seremoni budaya, tetapi lambang harmoni Nusantara yang perlu terus dijaga sebagai bagian dari jati diri bangsa.

“Kita harus terus nguri-uri budaya Imlek. Hari ini masyarakat Tionghoa melakukan persiapan, dan puncaknya besok,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh acara tersebut karena selain menjadi momentum ibadah dan perayaan keagamaan, juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Data kunjungan ke Sam Poo Kong pada 2025 tercatat mencapai 86.766 wisatawan domestik dan 11.465 wisatawan mancanegara. Angka ini turut menyumbang total kunjungan wisata Jawa Tengah yang mencapai 74,44 juta orang, naik 7,15 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Selain peribadatan dan peringatan Imlek, kegiatan ini nyata berkontribusi pada pariwisata,” kata Ahmad Luthfi.

Wali Kota Agustina menambahkan, kehadiran Wakil Presiden diyakini akan menjadi pendorong peningkatan kunjungan wisata ke Semarang. “Ini menjadi trigger yang berdampak positif bagi pariwisata dan ekonomi daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Mulyadi Setia Kusuma menjelaskan, kunjungan Wakil Presiden bertujuan memastikan kesiapan puncak perayaan yang akan berlangsung Minggu malam, 15 Februari 2026. Acara puncak akan diisi doa lintas agama serta pertukaran budaya sebagai simbol persatuan.

Perayaan tahun ini mengusung tema “Harmoni Nusantara” sebagai bentuk sinergi dengan pemerintah pusat. Jadwal puncak acara juga dimajukan sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang akan memasuki bulan Ramadan, langkah yang mendapat apresiasi dari Wakil Presiden dan Gubernur.

“Kami berterima kasih atas dukungan Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang hingga dapat menghadirkan Wakil Presiden,” ujar Mulyadi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden dan Gubernur juga meninjau sejumlah bangunan cagar budaya di kompleks kelenteng, termasuk satu gedung yang diusulkan untuk mendapatkan dukungan revitalisasi dari pemerintah pusat.

Kelenteng Sam Poo Kong yang berdiri sejak 1724 untuk menghormati Laksamana Ceng Ho selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perayaan budaya berskala nasional. Kehadiran pemerintah pusat diharapkan semakin menegaskan pesan toleransi, persatuan, serta penguatan ekonomi berbasis budaya di Indonesia.

 
 
 
Editor : Zainal Abidin RK
#wali kota #Gubernur Jateng Ahmad Luthfi #Sam Po Kong jadi pusat kegiatan Imlek di Semarang dan Jawa Tengah