Baca Juga : Terendam Banjir, SD di Klambu Grobogan Ini Justru Jadi Arena Bermain Siswa
Kabid Prasarana Wilayah dan Ekonomi Bappeda Grobogan Candra Yuliapasha mengatakan, tak beroperasinya KA Kalijaga membuat sejumlah destinasi wisata lesu. Bupati Grobogan pada 17 Februari 2020 sempat bersurat ke Dirjend KA untuk pembukaan kembali KA Kalijaga, namun tak kunjung ada jawaban.
”Sudah kami usulkan berkali-kali untuk reaktivasi. Baik di forum hingga bersurat namun memang belum ada jawaban. Sempat kami tanyakan ke PT KAI Daop 4 Semarang, tapi jawabnya KA Kalijaga menjadi kewenangan Daop 6 Jogjakarta,” jelasnya.
Sedangkan Bappeda Grobogan belum sempat melakukan koordinasi dengan Daop 6 Jogjakarta.
”Alasan lain saat itu KA Kalijaga masuk subsidi dan statusnya penugasan dari pemerintah pusat. Namun, dari informasi yang ada di internal PT KAI, KA Kalijaga sudah tidak ada di grafik perjalanan KA Gapeka atau jadwal. Karena subsidi, harus berebut dengan KA lainnya terutama KA komuter seperti KA Jabodetabek, Pramek, dan lainnya,” ungkapnya.
Tidak beroperasinya KA ini juga berpengaruh ke penurunan perekonomian masyarakat Grobogan, khususnya sektor wisata potensial seperti Candi Joglo, Bledug Kuwu, Situ Purbakala Banjarejo.
Wisatawan yang datang rata-rata dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Salatiga. Bahkan, terdata pada Januari sampai November 2019, jumlah pengunjung objek wisata mencapai 50 ribu-60 ribu yang sebagian besar memakai transportasi KA Kalijaga.
”Sejak tidak beroperasinya KA Kalijaga pengunjung hanya 200-300 orang saja,” keluhnya.
Penurunan jumlah wisatawan ini tentu berpengaruh pada penurunan perekonomian masyarakat Kabupaten Grobogan khususnya sektor pariwisata.
”Saat itu jadi favorit transportasi karena harga relatif murah yakni Rp 10 ribu. Berangkat pukul 08.00. Serta kerap dijadikan kereta wisata di mana rombongan pelajar dan umum kerap memenuhi gerbong KA tersebut,” ungkapnya.
Meski kini keberadaan KA Kalijaga telah tergantikan KA Joglosemarketro relasi Solo-Tegal-Purwokerto-Solo-Semarang. Keberadaan KA Joglosemarkerto yang relatif mahal kurang dilirik wisatawan.
”Karena tidak masuk subsidi. Tiket KA Joglosemarketro lebih bahal dibanding KA Kalijaga. Untuk KA Joglosemarketro mulai Rp 65 ribu ekonomi dan Rp 95 ribu eksekutif,” urainya. (int/zen) Editor : Ali Mustofa