Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Lebih Dekat Oscar Yustino Carascalao, Kepala Sekolah IB DP Pradita Dirgantara Asal Purwodadi Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Sabtu, 21 Desember 2024 | 16:55 WIB
Oscar Yustino Carascalao
Oscar Yustino Carascalao

Bisa bergabung menjadi pendidik di sekolah IB Diploma Program  Pradita Dirgantara merupakan impian Oscar Yustino Carascalao. Tak di sangka, sejak September 2024 dia malah diamanahi menjadi kepala sekolah yang berada di bawah naungan TNI AU.

INTAN MAYLANI SABRINA, Radar Kudus, Grobogan

Pria berkacamata ini menunjukkan berbagai rak buku di ruang kerjanya.

Rak buku tersebut berisi koleksi buku dari tulisannya. Dalam ruangan tersebut, Oscar juga menunjukkan penghargaan internasional yang sempat didapatnya selama ini.

Prestasi selama menjadi pendidik perlu diacungi jempol. Karena pada 2018, ia pernah berkesempatan mewakili 40 pemuda Indonesia yang diundang.

Setelah itu 2022 sempat menjadi pembicara dalam webiner series untuk guru di negara kawasan Asia Tenggara.

Saat itu, Oscar disandingkan dengan Ngunyen Thi Thung Trang yang merupakan Director STEM Education Center of Ho Chi Ming City University of Education Vietnam, Edie Alarte Kepala Sekolah Poli National High School Filipina.

Berkat prestasinya itu, pada September tahun ini. Pria kelahiran Grobogan, 5 April 1991 ini diberi amanah sebagai kepala sekolah IB Diploma Program Pradita Dirgantara.

"Sebelumnya sempat menjadi PJS kepala sekolah sejak Februari 2024. Serta sebelumnya saya menjalankan tugas sebagai wakil kepala sekolah IB dari Agustus 2021," jelas alumni SMAN 1 Purwodadi ini.

Selama mengemban tugas di sana, prestasi pun semakin menjulang yang diraih salah satu SMA swasta terbanyak peminatnya ini. "Berdasarkan hasil nilai UTBK yang dirilis oleh LTMPT, SMA Pradita Dirgantara menduduki peringkat tiga nasional sebagai sekolah terbaik dan terbaik nomor 1 di Jawa Tengah," imbuhnya.

Tentu harapannya, dengan kepemimpinannya hal tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

"Ke depan saya berharap sekolah tersebut dapat menjadi pusat pendidikan unggulan yang melahirkan generasi pemimpin masa depan dengan wawasan global dan integritas yang kuat," papar pria asal Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati, Grobogan ini.

Diungkapkan, saat ini alumnus  sekolah IB DP Pradita Dirgantara tersebar di perguruan tinggi dalam dan luar negeri, TNI/Polri, dan sekolah kedinasan.

"Sekolah memiliki visi ingin mempertahankan sekolah menjadi lembaga pendidikan menengah yang bereputasi di tingkat internasional. Dengan tetap menjunjung tinggi budaya nasional untuk menghasilkan calon pemimpin bangsa yang berwawasan kedirgantaraan,” tegasnya.

Dengan visi yang sangat mulia tersebut membuatnya ingin sekali bergabung dan berkontribusi untuk mempersiapkan generasi emas bangsa Indonesia untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Untuk menghidupi visi tersebut, selama mengajar saya selalu mencoba membuat perencanaan pembelajaran yang “deep” secara konten, yang relevan dan yang bermakna bagi setiap individu siswa.Selain itu, sebagai seorang guru saya selalu berupaya untuk meningkatkan profesionalisme dengan mengikuti pelatihan, workshop, seminar dan juga menulis buku. Saya fokus pada pengembangan sistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan standar global," imbuhnya.

Oscar juga telah memperkenalkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang memungkinkan siswa mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks nyata, baik dalam sains, teknologi, seni, maupun kemanusiaan.

Selain itu, sekolah juga memperkuat kolaborasi dengan institusi internasional untuk memberikan pengalaman belajar lintas budaya kepada siswa.

"Selama bekerja di sekolah Pradita Dirgantara banyak sekali pengalaman unik, salah satunya terkait engalaman mendidik siswa-siswi yang merupakan putra-putri terbaik dari berbagai daerah dari Indonesia. Dengan demikian, kami civitas akademika sekolah Pradita Dirgantara memiliki pengalaman “Cross Cultural Understanding” yang sangat kaya.

Siswa dapat saling belajar satu sama lain yang memperkaya perspective taking skills mereka yang sangat berguna bagi mengembangkan konstruksi berfikir mereka. Tak hanya siswa, hal tersebut juga membantu guru untuk berkembang," paparnya. (*)

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#kepala sekolah #grobogan #tni au #pendidikan