Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh, Daerah Perbatasan Pati Alami Kelangkaan Gas LPG 3 Kilo, Ini Kata Dinas Perdagangan

Nibros Hassani • Senin, 15 Juli 2024 | 15:13 WIB
DISUPLAI: Truk pangkalan gas LPG parkir di wilayah Pati Kota kemarin sore. Foto: ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS
DISUPLAI: Truk pangkalan gas LPG parkir di wilayah Pati Kota kemarin sore. Foto: ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS

PATI – Kelangkaan gas 3 kilogram (kg) masih terasa. Masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji atau melon di daerah perbatasan atau pedalaman.

Sulitnya mencari gas ini dirasakan salah satu warga Kecamatan Margoyoso, Sunari. Beberapa hari belakangan ini ia mengaku kesulitan mendapat gas melon.

”Kadang ada. Terkadang tidak ada. Bisa dibilang agak sulit mencarinya,” terangnya.

Baca Juga: Duh, Ada Masalah Apa? Pemkab Pati Datang ke Sukolilo Pati?

Di samping itu, warga Kecamatan Gembong Erna Wati juga merasakan hal yang sama.

Selama 2-3 hari belakangan ini sulit mendapatkan gas melon.

”Sulit di Gembong. Beberapa hari ini di toko langganan sulit,” imbuhnya.

Kondisi keberadaaan gas melon berbeda di wilayah Pati Kota. Sulitnya gas melon ini hanya dirasakan oleh pelaku usaha atau pedagang saja. Sebab ada pembatasan.

Baca Juga: Pilkada Pati Kian Panas, Kini Giliran Staf Presiden Digadang-gadang Ikut Calonkan Diri Jadi Calon Bupati, Ini Sosoknya!

”Di Pati kota ini kendalanya ya dibatasi stoknya. Sekarang kan tidak seperti dulu. Mau beli gas melon pedagang ini hanya boleh beli satu atau dua saja,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Hadi Santosa menyatakan tak ada kelangkaan gas melon.

Hanya saja, konsumsi masyarakat yang sedang naik.

Baca Juga: Warga Tolak Keberadaan Hotel di Puncel Pati, Apa Sih Masalahnya?

Sementara itu, pada tahun ini jumlah alokasi gas elpiji di Kabupaten Pati mencapai 38.505 Metrik Ton (MT).

Sementara hingga setengah tahun berjalan, tercatat sudah ada realisasi 15.798 MT gas tabung hijau.

Dia menambahkan, kelangkaan gas melon ini bukan dikarenakan adanya pembatasan.

Melainkan peningkatan konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Asyik Berenang, Remaja 15 Tahun di Tambakromo Tewas Tenggelam di Sungai, Begini Kronologinya

”Sepertinya tidak (langka elpiji karena dampak pembatasan, Red). Distribusi cukup dan stok aman,” imbuhnya.

Hadi mengakui bahwasannya daerah perbatasan atau pelosok daerah ini menjadi faktor yang mengakibatkan sulitnya mendapatkan gas.

Hal itu karena beberapa daerah pangkalan gas itu tak banyak.

”Jadi ada daerah yang jumlah pangkalannya sedikit. Misalnya di daerah pegunungan,”imbuhnya.

Baca Juga: Dilanda Kekeringan, Sumber Air di Wilayah Selatan Pati Berubah Jadi Asin, Ini Permintaan Warga!

Hadi melanjutkan, konsumsi masyarakat naik ini ketika ada even atau menjelang hari raya.

Mengatasi itu, setiap awal tahun dan mendekati momen perayaan hari besar, pihaknya mengajukan alokasi kebutuhan elpiji kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas).

Dirinya menjelaskan bahwa kebutuhan konsumsi gas elpiji bagi masyarakat Kabupaten Pati telah disurvei setiap mendekati tahun baru.

Baca Juga: Sejumlah Seniman Pati Diterjunkan Mengajar Kesenian di 33 Sekolah Sasaran, Berapa Sih Honornya?

”Kuota sudah dihitung dalam setahun berdasarkan jumlah penduduk dan yang berhak siapa saja. Setelah itu diajukan mendapatkan pasokan satu tahun," ungkapnya. (adr/nib)

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#pati jateng #pati langka gas #gas melon langka pati #pangkalan gas pati langka #pemkab pati #konsumsi gas tinggi