Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terungkap! Ini Harga Sebenarnya Pertalite Kalau Tanpa Subsidi—Lebih dari Rp12 Ribu!

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 2 Juni 2025 | 21:35 WIB
BBM NONSUBSIDI: Pengguna motor mengisi Pertamax di salah satu SPBU di Kudus kemarin. Harga Pertamax dan Desx Series turun harga per 1 September.
BBM NONSUBSIDI: Pengguna motor mengisi Pertamax di salah satu SPBU di Kudus kemarin. Harga Pertamax dan Desx Series turun harga per 1 September.

Harga BBM Terkini Turun, Tapi Pertalite Masih Disubsidi—Simak Fakta Harga Ekonomi Aslinya!


RADAR KUDUS – Mulai awal Juni 2025, berbagai perusahaan penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia mulai memangkas harga jual produknya.

PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR, hingga Vivo Energy Indonesia turut mengoreksi harga BBM mereka seiring pergerakan harga minyak global dan faktor domestik lainnya.

Namun, di tengah tren penurunan harga ini, satu hal yang menarik perhatian publik: harga Pertalite yang tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter.

Harga ini memang tampak menggiurkan, terutama di tengah mahalnya BBM non-subsidi seperti Pertamax dan sejenisnya.

Tapi tunggu dulu—apa benar harga asli Pertalite hanya Rp10.000? Fakta di balik layar menunjukkan hal sebaliknya.

Harga tersebut ternyata bukan cerminan dari nilai keekonomian bahan bakar beroktan 90 itu. Bila tidak disubsidi pemerintah, harga sesungguhnya bisa jauh lebih tinggi.

Baca Juga: ASN Ponorogo Dapat Gaji ke-13 Mulai Juni, Dana Rp 48 Miliar Digelontorkan!

Harga BBM Non-Subsidi Turun Serentak

Sejak 2 Juni 2025, terjadi koreksi harga pada hampir seluruh jenis BBM non-subsidi. PT Pertamina, sebagai pemain dominan, mencatatkan penurunan pada sejumlah produknya:

  • Pertamax (RON 92): Rp12.100/liter (turun dari Rp12.400)

  • Pertamax Turbo: Rp13.050/liter (sebelumnya Rp13.300)

  • Pertamax Green (RON 95): Rp12.800/liter (sebelumnya Rp13.150)

  • Pertamina Dex: Rp13.200/liter (dari Rp13.750)

  • Dexlite: Rp12.740/liter (turun dari Rp13.350)

Harga BBM di SPBU Pertashop pun disesuaikan, dengan Pertamax kini dijual Rp12.000/liter.

Tak hanya Pertamina, perusahaan lain seperti Shell, BP, dan Vivo juga menurunkan tarif:

Shell:

  • Shell Super: Rp12.370/liter

  • Shell V-Power: Rp12.840/liter

  • V-Power Diesel: Rp13.250/liter

  • V-Power Nitro+: Rp13.070/liter

BP:

  • BP 92: Rp12.370/liter

  • BP Ultimate: Rp12.840/liter

  • Ultimate Diesel: Rp13.250/liter

Vivo:

  • Revvo 90 (RON 90, setara Pertalite): Rp12.260/liter

  • Revvo 92: Rp12.340/liter

  • Revvo 95: Rp12.810/liter

  • Primus Diesel: Rp13.210/liter

Pertalite Tetap Rp10.000, Tapi Ini Hanya Harga Subsidi

Meski semua harga BBM non-subsidi mengalami penurunan, harga Pertalite tetap berada di angka Rp10.000/liter.

Tapi jangan terkecoh—harga tersebut bukan harga riil alias keekonomiannya. Pemerintah masih menyuntik subsidi agar harga tetap “terjangkau” bagi masyarakat.

Padahal, jika mengacu pada harga pasaran BBM setara seperti Revvo 90 milik Vivo, bahan bakar dengan kadar oktan sama dijual seharga Rp12.260 per liter.

Ini berarti ada selisih lebih dari Rp2.000 yang sebenarnya harus ditanggung oleh konsumen jika tanpa subsidi.

Dengan kata lain, subsidi ini menjadi semacam "diskon tak kasat mata" yang terus berlangsung. Tapi sampai kapan?

Jika kelak subsidi dikurangi atau dihapus, masyarakat bisa kaget dengan lonjakan harga BBM jenis ini.

Dampak & Pertanyaan: Akankah Harga Pertalite Naik?

Kondisi ini tentu memunculkan berbagai pertanyaan. Di tengah tekanan fiskal dan anggaran subsidi energi yang terus membengkak, mungkinkah pemerintah akan mengevaluasi kembali harga Pertalite?

Apalagi, saat ini pemerintah sedang dalam transisi menuju pengurangan konsumsi BBM bersubsidi dan mendorong masyarakat beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan serta efisien.

Salah satu skenario yang mungkin adalah perlahan menghapus Pertalite dan menggantinya dengan varian BBM beroktan lebih tinggi seperti Pertamax Green, dengan harga yang lebih mencerminkan biaya produksi dan distribusinya.

Kesimpulan: Subsidi Masih Menyelamatkan Dompet Kita, Tapi Sampai Kapan?

Harga Pertalite yang masih dipatok di Rp10.000 per liter seolah jadi "berkah" di tengah fluktuasi harga minyak.

Namun realitanya, ini adalah harga yang sudah "diselamatkan" oleh subsidi negara. Sementara harga keekonomian sejatinya jauh lebih tinggi—bahkan setara dengan BBM non-subsidi lainnya.

Dengan dinamika harga global, tekanan anggaran negara, dan dorongan untuk beralih ke bahan bakar lebih ramah lingkungan, bukan tidak mungkin harga Pertalite ke depannya bakal berubah.

Maka, bijaklah dalam menggunakan energi dan siapkan strategi finansial jika subsidi mulai dikurangi.

Editor : Mahendra Aditya
#BBM Turun Harga #Pertalite vs Revvo 90 #Harga BBM Terbaru Bulan Juni 2025 #Harga Pertalite Asli Juni 2025 #harga bbm hari ini #harga bbm terbaru #subsidi BBM 2025 #subsidi bbm #bbm turun