JEPARA – Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara masih menanti hasil penelitian dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait wabah demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jepara.
Wabah ini sempat melonjak signifikan akhir bulan lalu hingga awal bulan ini.
Namun rupanya, hingga saat ini, hasil penelitian tersebut masih belum keluar.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara Mudrikatun kemarin mengatakan, kemarin dia sudah mengontak pihak peneliti.
Namun, hasilnya belum. ”Karena butuh waktu, kami diminta bersabar,” ujarnya kemarin.
Diketahui, sejak Selasa (5/3) hingga Sabtu (9/3) lalu, tim peneliti dari Kementerian Kesehatan diterjunkan ke Jepara.
Baca Juga: Meski Cuaca Ekstrem, Nelayan Rembang Tetap Nekat Melaut Demi Mengejar Trip Syawalan
Dalam penelitian di Kota Ukir itu, tim kiriman Kemenkes itu, meneliti tentang serotype virus dengan mengambil sampel darah pasien DBD. Lalu penelitian tentang vector.
Dari hasil penelitian tersebut, nantinya bisa tergambar apa yang bisa dilakukan selanjutnya.
Selain itu, dari penelitian tersebut, bisa diketahui apakah sejak jadi telur atau saat masih berupa jentik, sampel yang diambil sudah mengandung virus.
Dalam proses penelitian tersebut, tim peneliti itu mengambil dari beberapa titik.
Mulai dari Desa Troso, Kecamatan Pecangaan; Desa Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan; Desa Bugel, Kecamatan Kedung; Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara; Desa Karanggondan dan Suwawal di Kecamatan Mlonggo.
”Nanti kalau sudah keluar hasilnya, akan kami sampaikan,” tandas Mudrikatun. (rom/lin)
Editor : Noor Syafaatul Udhma