Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

91 Pemandu Karaoke di Grobogan Jalani Tes HIV, Hasilnya Mengejutkan!

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 9 Februari 2025 | 23:59 WIB
DISKRINING: Petugas Dinask Kesehatan dan KPA Grobogan saat melakukan VCT ke sejumlah Kafe/Karaoke.
DISKRINING: Petugas Dinask Kesehatan dan KPA Grobogan saat melakukan VCT ke sejumlah Kafe/Karaoke.

GROBOGAN – Sebanyak 91 pemandu karaoke di sembilan kafe dan tempat hiburan malam di Kabupaten Grobogan menjalani skrining HIV melalui metode Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang dilakukan secara mobile oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan.

Dari hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif HIV.

Kegiatan skrining ini berlangsung dari pukul 20.00 hingga 03.30 pada Minggu (9/2), melibatkan tim gabungan dari berbagai pihak, antara lain Dinkes Grobogan, Tim VCT Puskesmas Purwodadi 1, Yayasan Soko Guru, KPAD Grobogan, Global Fund AIDS, Polsek Kota Purwodadi, serta Damkar Satpol PP Grobogan.

Sub Koordinator P2M Dinkes Grobogan, Gunawan Cahyo Utomo, menjelaskan bahwa tes dilakukan di sembilan lokasi berbeda.

Di antaranya Kafe Karaoke Texas (12 orang), Lissa (6 orang), Perdana (8 orang), Harmoni Indah dan Yes You (20 orang), Queen (6 orang), 21 Purwodadi (17 orang), Family Mama’e (8 orang), Kiss (2 orang), serta Oke (11 orang).

Totalnya mencapai 91 pemandu karaoke.

“Kami menggunakan metode skrining cepat diagnostik HIV whole blood.

Hasilnya, dari 91 pemandu karaoke yang menjalani pemeriksaan, semuanya dinyatakan nonreaktif,” jelas Gunawan.

Tindak Lanjut Jika Ditemukan Kasus Positif

Menurutnya, jika dalam skrining ditemukan hasil reaktif, maka pemandu karaoke tersebut akan langsung mendapatkan pendampingan dari konselor di Puskesmas Purwodadi untuk pemeriksaan lebih lanjut dan perawatan menggunakan terapi antiretroviral (ARV).

Saat ini, Kabupaten Grobogan telah memiliki layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP) HIV/AIDS yang tersebar di 28 puskesmas serta RSUD dr. Soedjati Purwodadi, RSU. Panti Rahayu Purwodadi dan RSU. PKU Muhammadiyah Gubug.

Layanan ini mempermudah masyarakat, terutama kelompok rentan, dalam mendapatkan akses pengobatan lebih cepat dan mudah.

Tempat Hiburan Malam Jadi Fokus Pencegahan HIV/AIDS

Gunawan juga menekankan bahwa menjamurnya tempat hiburan malam di Grobogan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penularan HIV/AIDS.

Oleh karena itu, pihaknya secara rutin mengadakan skrining mobile VCT setiap tiga bulan sekali guna mendeteksi dan mencegah penyebaran virus lebih luas.

“Harapan kami, Three Zero HIV/AIDS 2030 bisa terwujud.

Tiga target utama tersebut adalah Zero New HIV Infection atau tidak ada kasus baru, Zero AIDS Related Death atau tidak ada kematian akibat HIV/AIDS, serta Zero Discrimination, yakni menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS,” tegasnya.

Dinkes Grobogan juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli terhadap bahaya HIV/AIDS dengan tidak melakukan perilaku berisiko serta aktif dalam program-program pencegahan dan pengobatan yang telah disediakan.

Dengan adanya skrining berkala dan edukasi yang masif, diharapkan penyebaran HIV/AIDS di Grobogan dapat dikendalikan dan target Three Zero HIV/AIDS 2030 bisa tercapai. (int)

Editor : Mahendra Aditya
#Skrining HIV #dinkes grobogan #hiv #pemandu karaoke #kabupaten grobogan