GROBOGAN – Ratusan mesin pipa pompa air berjajar di area mata air Sendang Sari, Desa Sugihmanik, Tanggungharjo, Grobogan.
Baca Juga: TERUNGKAP! Rekam Jejak Dokter Gadungan Susanto di Grobogan : Pernah Jadi Direktur RS hingga Kepala UTD PMI
Warga memanfaatkan sumber mata air itu. Air mata di sendang itu tidak pernah kering meskipun musim kemarau.
Baca Juga: SOSOK Dessy Anggara Listy, Konten Kreator Sekaligus Ibu Muda asal Toroh Grobogan yang Raup Cuan dari Rumah
Tidak hanya diambil dengan mesin pompa air, warga sekitar desa setempat juga mengambil air secara manual.
Baca Juga: Tak Layak, Jembatan di Selo Grobogan Bahayakan Pengendara, Begini Penampakannya
Baca Juga: Membanggakan! Desa Jatilor di Kabupaten Grobogan Masuk Nominasi Desa Antikorupsi se-Jateng
Mereka membawa jeriken. Mengangkutnya menggunakan sepeda motor.
”Warga yang mengambil air tidak hanya dari warga Desa Sugihmanik. Tetapi juga dari warga sekitar," kata ketua Paguuban Tirto Langgeng Desa Sugihmanik Tri Sukamto.
"Sumber mata air Sendang Sari tidak pernah kering. Walaupun musim kemarau,” imbunya.
Jumlah warga yang memasang pompa ada 248 orang.
Baca Juga: Duh! Terjadi Lagi Satu Unit Rumah di Grobogan Ludes Terbakar, Ini Penyebabnya
Baca Juga: Duh! Terjadi Lagi Satu Unit Rumah di Grobogan Ludes Terbakar, Ini Penyebabnya
Satu pompa digunakan tidak hanya satu keluarga. Tetapi juga tiga sampai empat keluarga.
Sehingga ada seribu orang yang mendapatkan manfaat dari pemasangan pompa air dari air Sendang Sari.
”Waktu penggunaan pompa dimulai 2015 lalu. Dulu jumlahnya hanya 140 pompa. Sekarang sudah 248 pompa air,” ujarnya.
Dikatakannya, pengambilan air tidak dipungut biaya alias gratis.
Baca Juga: Terdampak Kekeringan, Sepuluh Desa di Grobogan Dapat Bantuan 265 Ribu Liter Air Bersih
Baca Juga: Dua Bocah Tenggelam di Sungai Tuntang Grobogan, Satu Tewas, Begini Kronologinya
Hanya saja warga tidak boleh merusak lingkungan.
Warga yang menggunakan pipa paling jauh 1 kilometer.
Sedangkan perawatan sendang dilakukan secara bersama-sama.
”Warga sangat terbantu dengan adanya sendang ini karena tidak kekurangan air saat kemarau panjang. Kami harapkan adanya sendang warga merasa senang dan warga terbantu,” terang dia.
Baca Juga: TERUNGKAP! Rekam Jejak Dokter Gadungan Susanto di Grobogan : Pernah Jadi Direktur RS hingga Kepala UTD PMI
Kepala Dusun Sendang Sari Abdul Hadi mengatakan air Sendang Sari sudah ada sekitar selama ratusan tahun lalu.
Konon sendang itu peninggalan dari Sunan Kalijaga.
Warga memanfaatkanya untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Semalam, Dua Rumah Warga di Grobogan Ludes Dilalap Si Jago Merah, Ini Dugaan Penyebabnya
Baca Juga: Amalan Rebo Wekasan Menurut KH. Maimoen Zubair dan Penjelasannya
Seperti mandi, mencuci, dan memasak. Kemudian warga memanfaatkan air sumber itu dengan menggunakan mesin pompa air.
”Alhamdulilah selama ada Sendang Sari ini warga di desa ini tidak kekurangan air,” tandasnaya.
Ira, warga Desa Sugihmanik, mengaku sudah bertahun-tahun ambil air dari sumber Sendang Sari.
Sebab, sumur di rumahnya sudah kering dan tidak mengalir saat musim kemarau.
”Jadi kami warga sangat terbantu adanya sumber mata air Sendang Sari ini. Karena sumbernya tidak pernah kering,” terang dia. (mun/zen)
Editor : Ali Mustofa