Di Kabupaten Pati lahir sebuah karya yang mampu menggetarkan panggung mode dunia.
Anifana Risqi, seorang desainer muda yang tinggal di Kelurahan Plangitan, berhasil mencetak prestasi membanggakan.
Rancangannya melenggang di Paris Fashion Week Maret 2025, dipakai model internasional asal Spanyol, Eva Garcia.
ANDRE FAIDHIL FALAH/Radar Kudus, Pati
ANIFA, sapaan akrabnya. Ia terlihat mencorat-coret sebuah kertas. Dengan pensilnya, ia mengkonsep sebuah desain busana.
Desain-desain itu tak dibuat tak memakan banyak waktu. Dalam 13 hari, ia menyulap kain menjadi gaun bridal elegan yang memukau, menggunakan teknik tradisional Jepang, Shibori.
Teknik ini bukan sekadar cara mewarnai kain, tapi melibatkan ketekunan, sentuhan seni, dan kerja tangan yang rumit tanpa campur tangan mesin.
“Karya saya tampil di Paris Fashion Week, dikenakan Eva Garcia, model Eropa. Temanya handcrafting Shibori. Semua dikerjakan dengan tangan, bukan mesin,” ujarnya.
Keterlibatan Anifa dalam ajang fashion kelas dunia itu bermula dari koneksi yang tidak disangka.
Ia mendapat kabar dari Ika Butoni, desainer Indonesia yang sudah lama berkecimpung di kancah mode internasional.
Awalnya, Anifa hanya tahu bahwa ia diminta merancang gaun untuk sebuah peragaan busana. Ia bahkan tak menyangka bahwa panggungnya adalah Paris Fashion Week.
“Awalnya nggak tahu kalau ini untuk Paris Fashion Week. Tiba-tiba Bu Ika bilang, ‘Ini buat acara besar di Paris’. Aku sempat kaget,” kenangnya.
Mendapat kepercayaan dari desainer sekelas Ika Butoni menjadi kehormatan tersen diri. Ika memang dikenal kerap membawa tema- tema khas Indonesia.
Melalui proyek itu, Anifa juga menerima sertifikat partisipasi dan testimoni penghargaan atas kontribusinya.
Yang membuat prestasi Anifa kian istimewa adalah bagaimana ia mampu menciptakan gaun dengan ukuran yang pas, meski tanpa mengukur langsung tubuh sang model.
Ia hanya berpatokan pada size chart umum dan menyesuaikannya dengan standar Indonesia dan hasilnya, gaun itu pas sempurna.
“Puas banget mereka. Ukurannya pas, nyaman dipakai. Padahal aku nggak ukur langsung, cuma pakai referensi ukuran,” ujarnya bangga.
Setelah sukses di Paris, langkah Anifa tak berhenti. Ia telah menyiapkan empat desain gaun untuk event besar berikutnya yang masih ia rahasiakan.
Proyek ini juga berkat jaringan yang dibangun oleh Ika Butoni.
“Targetku ikut event besar lainnya tahun ini. Bukan di Paris, tapi masih rahasia. Aku siapkan empat produk,” ungkap pemilik brand Anifa Green tersebut.
Untuk terus mengasah bakat, Anifa tak segan mengikuti pelatihan mode, bahkan hingga ke Jakarta.
Ia belajar dari desainer-desainer asal Milan, Italia, yang didatangkan langsung ke sekolah mode ibu kota.
Baginya, pencapaian ini bukan titik akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang sebagai desainer profesional.
“Belajarnya dari mana saja, nggak puas dengan pencapaian sekarang. Harus terus belajar supaya makin pintar,” tutupnya. (*/him)
Editor : Ali Mustofa