Selain itu, Citilink juga mengalihkan rute untuk penerbangan rute HLP - Jogjakarta (JOG) PP menjadi rute Jakarta (CGK) - Kulonprogo (YIA) PP. Penyebabnya adanya program revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma.
Ariyadi Widyawan, Kepala Bandara Dewadaru mengaku, untuk warga Blora yang hendak ke Jakarta transit dulu di Surabaya. “Jadi, dari Bandara Ngloram Cepu, Blora jika mau ke Jakarta sekarang transit dulu di Surabaya,” terangnya.
Keputusan ini diambil, yang tadinya menuju ke Cepu lewat Semarang. Tapi dengan pertimbangan jika membuka rute Semarang maka hanya dapat transit di Bandara Semarang lalu ke Jakarta. Tapi jika transit di Surabaya, maka bisa ambil ke Kalimantan, Balikpapan. Ini bisa terkoneksi dari Sulawesi bahkan dari Papua.
“Ayo ke Blora. Sudah bisa naik pesawat. Jika nanti ramai maka akan tetap dipertahankan Surabaya-Cepu, ditambah Cepu-Halim Perdana Kusuma setelah dibuka,” tambahnya.
Sementara itu, Diah Suryani VP Corporate Secretary & CSR Citilink mengaku, pengalihan operasional penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini sejalan dengan adanya program revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma. Dimulai kemarin. “Ini juga sebagai tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Fasilitas Pangkalan Tentara Nasional Indonesia/Bandara Halim Perdanakusuma,”terangnya.
Ada beberapa Penerbangan Citilink yang dialihkan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Di antaranya penerbangan dari dan menuju bandara. Pertama Bandara Internasional Juanda Surabaya (SUB), Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar (DPS), Bandara Internasional Silangit (DTB), dan Bandara Internasional Kualanamu Medan (KNO).
“Citilink akan melakukan sosialisasi mengenai pengalihan operasional penerbangan ini baik melalui website, SMS, email ataupun media sosial Citilink. Sehingga calon penumpang terinformasikan dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, atas penerbangan yang terdampak, Citilink menyediakan opsi penanganan kepada penumpang. Yaitu refund dan reschedule sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang berlaku. (sub/war) Editor : Abdul Rokhim