SURABAYA - Dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026, derby klasik antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung memasuki jeda dengan skor Persebaya 1 – 0 Persib.
Satu-satunya gol tercipta dari titik putih lewat eksekusi penalti Bruno Moreira pada menit ke-43, yang membuat Persebaya sementara memimpin sebelum turun minum.
Gol ini jadi buah dari tekanan tuan rumah yang berhasil memaksa kesalahan di lini belakang Persib dan memanfaatkan kesempatan dari tendangan penalti untuk unggul menjelang jeda.
Momentum dan Psikologi Pertandingan
Persebaya Tampil Percaya Diri
Tuan rumah datang ke laga ini dengan semangat tinggi setelah beberapa hasil positif belakangan ini, dan pelatih Bernardo Tavares memastikan timnya bermain tanpa beban untuk pertandingan besar ini.
Menjelang kick-off, Tavares menegaskan pentingnya memanfaatkan peluang dan menjaga intensitas permainan penuh selama 90 menit.
Dengan gol awal dari penalti, Persebaya mendapatkan suntikan moral yang besar — terutama bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter. Itu bisa jadi modal penting untuk menahan serangan Persib di babak kedua.
Persib Tidak Sembarangan
Walaupun tertinggal, kondisi Persib tidak bisa dianggap lemah. Maung Bandung datang sebagai pemuncak klasemen BRI Super League dan punya tren positif dalam beberapa pertandingan terakhir.
Namun, di laga tandang musim ini, Persib tidak selalu tampil dominan — hanya beberapa kali meraih kemenangan jauh dari markas sendiri.
Kedatangan gelandang Thom Haye yang dipastikan fit setelah sempat absen juga bisa menjadi faktor penting jika Persib ingin membalikkan keadaan.
Apakah Persib Bisa Remontada?
Jawabannya masih sangat mungkin, tergantung sejumlah faktor berikut:
Strategi dan Pergantian Pemain
Persib perlu melakukan penyesuaian taktik di babak kedua — khususnya menambah kedalaman serangan tanpa mengorbankan stabilitas pertahanan.
Efektivitas pergantian pemain juga bisa menjadi kunci, terutama bila input pemain berpengalaman seperti Haye dapat mempercepat alur serangan.
Mental Juara
Persib punya sejarah kuat di kompetisi domestik dan mental juara yang tidak mudah runtuh meski tertinggal.
Mereka pernah memenangkan pertemuan sebelumnya melawan Persebaya dengan skor tipis, dan tren itu memberikan keyakinan bahwa kebangkitan masih terbuka.
Faktor Head-to-Head
Data pertemuan historis menunjukkan kedua tim sering kali menang di kandangnya masing-masing.
Artinya, jika Persib bisa mengimbangi permainan Persebaya sejak awal babak kedua dan mencetak gol penyama, tekanan bergeser ke tuan rumah yang harus mempertahankan skor.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa tekanan dari Persebaya yang unggul dan bermain di depan pendukungnya akan membuat laga babak kedua berlangsung sengit dan terbuka untuk segala kemungkinan.
Dengan gol penalti Bruno Moreira di menit ke-43, Persebaya Surabaya memimpin 1–0 terhadap Persib Bandung di babak pertama.
Meskipun demikian, peluang Persib untuk melakukan remontada di babak kedua tetap terbuka lebar, mengingat kekuatan skuad, pengalaman kompetitif, serta motivasi tinggi untuk memperbaiki keadaan.
Apakah Persib bisa membalikkan situasi dan meraih kemenangan? Itu sangat tergantung dari bagaimana mereka memanfaatkan peluang di babak kedua, menjaga fokus taktik, dan menjaga mental juara mereka tetap kuat hingga peluit akhir dibunyikan.
Editor : Mahendra Aditya