Dalam ajang tersebut wartawan Jawa Pos Radar Kudus menyabet penghargaan harapan kedua.
Karya jurnalistik wartawan Jawa Pos Radar Kudus, Galih Erlambang Wiradinata yang berjudul Konservasi dan Menjaga Ketahanan Pangan di Pegunungan Patiayam.
Karya jurnalistik tersebut memperoleh apresiasi dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) sebagai harapan kedua.
Diktahui sebanyak 98 artikel telah diterima pihak BLDF dari 58 jurnalis yang mewakili 47 media.
Acara tersebut juga dihadiri jurnalis yang karyanya masuk 20 besar nominasi apresiasi jurnalistik.
Direktur Komunikasi Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara mengatakan, apresiasi kepada karya jurnalistik adalah wujud penghargaan BLDF untuk mendukung kampanye peduli lingkungan.
Artikel tersebut dibuat dan diharapkan tidak berhenti dibaca semata.
Artikel tersebut, kata Mutiara sebagai edukasi kepada masyarakat agar tergerak menjaga dan peduli lingkungan.
"Kami mengapresiasi dan antusiasme peserta, tulisan ini bisa menyiarkan konten posisitif ke masyarakat," imbuhnya.
Mutira menyebut, peduli dengan lingkungan tidak bisa terwujud dan terealisasi sepihak.
Kerja ini membutuhkan kolaborasi bersama baik dari pemerintah, masyarakat, hingga generasi muda.
"Kami telah melibatkan lebih dari 10 ribu mahasiswa untuk penanam 41 titik candi. Dan target kami 100 titik di tahun 2025 nanti," katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pelayanan Informasi Publik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Nuke Mutikania Mulyana mengatakan, lomba jurnalistik tersebut lebih dari sekedar menyambung silaturahmi.
Karya jurnalistik tersebut sebagai peran edukasi meningkatkan kepedulian masyarakat kepada lingkungan.
"Lewat karya ini masyarakat bisa terinspirasi untuk hidup lebih ramah lingkungan," ungkapnya.
Dia menambahkan, generasi muda mampu menyumbang konten-konten di media sosial. Mereka bisa mengampanyekan menjaga lingkungan kepada masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah berkomitmen menangangi krisis iklim. Serta menurunkan emisi karbon. (gal)