REMBANG – Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Rembang dalam beberapa hari terakhir.
Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan berbagai kerusakan.
Mulai dari pohon tumbang di jalur nasional dan jalan kabupaten, hingga atap bangunan yang beterbangan dan ambrol.
Baca Juga: Jarang Disadari! Ternyata Pikiran Manusia Dibentuk oleh Dua Kekuatan Besar Ini
Salah satu kejadian terjadi di Desa Sumbergayam, Kecamatan Kragan, ketika angin kencang mengangkat atap galvalum sebuah ruko hingga mengakibatkan aliran listrik di kawasan tersebut sempat padam.
Sementara itu, di kawasan pesisir Rembang, atap Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung dilaporkan roboh akibat terjangan angin.
Memasuki bulan Ramadan, kondisi cuaca yang tidak menentu masih berpotensi terjadi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, terutama ketika harus bepergian di tengah hujan dan angin kencang.
Warga juga diminta untuk tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, karena banyak pohon di pinggir jalan yang berpotensi tumbang saat angin bertiup kencang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh bibit siklon tropis 90S serta masa peralihan musim atau pancaroba.
“Pemicu utamanya adalah bibit siklon 90S dan peralihan musim pancaroba. Kondisi seperti ini masih berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan, bahkan bisa diikuti periode cuaca panas yang cukup panjang,” ujarnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, Minggu (8/3).
Baca Juga: BRI Branch Office Rembang Dukung Pengembangan Sarana Pesantren Ash-Haabul Yamin
Ia menuturkan, pada Sabtu malam (7/3) sekitar pukul 19.00, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Rembang.
Dampaknya, sejumlah pohon tumbang di beberapa titik dan sebagian di antaranya bahkan menimpa jaringan listrik milik PLN sehingga perlu penanganan bersama pihak terkait.
Berdasarkan laporan yang diterima BPBD, pohon tumbang terjadi di sejumlah lokasi, di antaranya jalan Pantura dekat RSI Rembang, di mana terdapat dua pohon tumbang.
Selain itu, kejadian serupa juga dilaporkan di wilayah Pamotan dekat SMA, kemudian di Ngotet, Kecamatan Rembang, serta di Desa Doropayung, Kecamatan Pancur, yang pohon tumbangnya mengenai kabel listrik.
“Kejadian lain juga dilaporkan di Desa Sumbergayam, Kragan. Di lokasi tersebut angin bertiup sangat kencang hingga membuat atap galvalum bangunan terangkat,” jelasnya.
Baca Juga: BRI Branch Office Rembang Salurkan Kado Lebaran bagi Anak Yatim dan Dhuafa
Tak hanya di wilayah daratan, cuaca buruk juga berdampak pada kawasan pesisir.
Hujan lebat dan angin kencang merusak sebagian fasilitas di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung.
Atap TPI Tasikagung 1 di bagian selatan dilaporkan runtuh dan berserakan di lantai bangunan.
BPBD terus memantau perkembangan kondisi cuaca melalui peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pemantauan dilakukan melalui laman nowcasting.bmkg.go.id, yang menyediakan informasi prakiraan cuaca jangka pendek secara real time untuk rentang waktu satu hingga enam jam ke depan.
“Prediksi kondisi cuaca bisa diperbarui setiap enam jam. Berdasarkan pemantauan pada 8 Maret 2026 pukul 11.00, statusnya masih masuk kategori waspada dan diperkirakan berlangsung hingga sekitar pukul 14.00,” tambah Luthfi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Rembang, Mochamad Sofyan Cholid, menyampaikan bahwa cuaca ekstrem juga berdampak pada aktivitas nelayan di laut.
Para nelayan diimbau menunda melaut sementara waktu guna menghindari risiko kecelakaan.
Baca Juga: UT Salut Kartini Rembang Gelar Fun Run Bertabur Hadiah, Pendaftaran Masih Dibuka
Menurutnya, selain berbahaya, kondisi gelombang tinggi juga membuat nelayan kesulitan menangkap ikan.
“Biasanya memang sulit mencari ikan saat ombak besar. Jaring bisa terlilit atau rusak. Saat ini juga sedang masa peralihan antara musim barat dan timur, sehingga kondisi cuaca menjadi tidak menentu,” ungkapnya.
Cholid menambahkan, sejumlah kapal nelayan kini mulai bersandar di pelabuhan. Setelah perayaan hari raya nanti, sebagian besar kapal juga akan merapat untuk masa istirahat.
Meski begitu, pihaknya memastikan stok ikan di Rembang masih dalam kondisi aman, termasuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). (noe)