Masuk Bursa Ketum PPP, Gus Arwani Lempar Senyum Penuh Arti
Wisnu Aji• Minggu, 8 Juni 2025 | 23:12 WIB
Arwani Thomafi
REMBANG – Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dijadwalkan digelar antara Agustus hingga September 2025 mulai memunculkan sejumlah nama potensial untuk menduduki posisi Ketua Umum periode 2025–2030.
Salah satu nama yang ramai diperbincangkan adalah Sekretaris Jenderal DPP PPP, Arwani Thomafi.
Meski belum secara terbuka menyatakan kesiapannya maju, gestur politikus asal Rembang itu memberi sinyal kuat.
Saat disinggung soal pencalonan dirinya dalam sebuah kunjungan ke kampung halaman, pria yang akrab disapa Gus Arwani hanya melempar senyum dan menjawab singkat.
“Itu nanti, masih dalam proses. Sedang digodok,” ucapnya sembari tersenyum, seakan menyimpan teka-teki politik.
Soliditas DPC Menguat
Sikap politik dari akar rumput pun mulai terbentuk.
DPC PPP Rembang menyatakan kesiapan penuh untuk mengikuti arahan dari DPW PPP Jawa Tengah, sekaligus memberi dukungan pada kandidat yang lahir dari daerah sendiri.
Wakil Ketua DPC PPP Rembang, Raudlatul Jannah, menyatakan bahwa seluruh kader di tingkat cabang siap menyatu dalam barisan komando DPW Jateng.
“DPC mengikuti arahan DPW. Sudah berkali-kali diingatkan agar seluruh Jateng satu suara. Itu yang menjadi harapan bersama,” ungkap Jannah saat ditemui usai kegiatan pemotongan hewan kurban di kantor DPC PPP Rembang, Sabtu (7/6).
Menurutnya, meskipun hingga kini belum ada sikap resmi, DPC menyatakan akan memberikan dukungan penuh bila kandidat yang diusung berasal dari Rembang, seperti Gus Arwani atau Gus Yasin (Taj Yasin Maimoen).
“Kalau ada kader dari Rembang, kami siap dukung penuh. Ini bukan hanya soal asal daerah, tapi juga soal kapasitas dan rekam jejak mereka,” tegasnya.
Pesantren dan Harapan Kembali ke Khitah
Jannah juga menyampaikan dukungannya terhadap usulan agar muktamar kali ini digelar di lingkungan pondok pesantren, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Gagasan ini dinilai mampu menguatkan kembali jati diri PPP yang berakar dari kultur pesantren dan basis umat Islam tradisional.
“Kami ingin PPP kembali ke khitah-nya. Menjadi partai yang kuat, bermartabat, dan berpihak pada umat. Itu harapan besar kami di daerah,” ujarnya.
Momentum Kurban dan Konsolidasi Politik
Menjelang muktamar, DPC PPP Rembang juga memanfaatkan momentum Idul Adha sebagai ajang konsolidasi internal.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, DPC mendapat kiriman hewan kurban dari pengurus pusat.
Minimal satu ekor sapi disiapkan untuk dipotong dan dibagikan kepada seluruh pengurus anak cabang.
Lebih dari sekadar ritual keagamaan, kegiatan ini juga menjadi simbol pengorbanan dalam politik: menekan ego pribadi demi kepentingan umat dan rakyat.
“Berkurban dalam konteks partai itu soal keberanian untuk mengalah demi keputusan yang lebih berpihak kepada rakyat. Apalagi dalam fraksi, kepentingan umum harus selalu diutamakan,” jelas Jannah.
Daging hasil kurban didistribusikan merata ke setiap anak cabang, masing-masing mendapatkan sekitar 10 bungkus. Khusus wilayah kota, jumlahnya lebih banyak.
Menatap Muktamar dengan Optimisme
Kekompakan yang ditunjukkan oleh DPC PPP Rembang bukan hanya cerminan kesiapan menyongsong Muktamar, tapi juga bukti bahwa akar partai di daerah masih hidup dan solid. Muktamar nanti diharapkan menjadi titik balik untuk kebangkitan kembali PPP.
“Kami siap menyambut perubahan. PPP harus kembali besar. Dan kami percaya, perubahan itu dimulai dari keputusan besar di Muktamar nanti,” pungkas Jannah.