Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kerja 100 Hari Bupati-Wakil Bupati Rembang , Tambal Lubang Jalan 11,6 Km, Ini Kendalanya

Vachri Rinaldy • Senin, 2 Juni 2025 | 22:50 WIB
LANCAR: Pengendara melintasi Jalan Clangapan-Pamotan yang baru saja ditambal beberapa waktu lalu.
LANCAR: Pengendara melintasi Jalan Clangapan-Pamotan yang baru saja ditambal beberapa waktu lalu.

RADAR KUDUS - Program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Rembang untuk menambal lubang di jalan sudah menyentuh sekitar 11,6 kilometer. Totalnya sekitar 16 ruas.

Penambalan jalan berlubang memang menjadi salah satu program 100 hari kerja Bupati Harno dan Wakil Bupati Muhammad Hanies Cholil Barro.

Kepala daerah yang dilantik pada Februari itu ingin memperbaiki ruas-ruas yang dinilai membahayakan. 

Kepala Bidang (Kabid) Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Rembang Nugroho mengatakan, perbaikan jalan dalam rangka 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Rembang menggunakan anggran pemeliharaan rutin.

Pekerjaan ini sudah dimulai menjelang Idul Fitri.

Sejak Maret sampai dengan Juni, sudah ada 16 ruas jalan yang tertangani dengan total panjang sekitar 11,6 kilometer. "Sifatnya penambalan titik-titik jalan yang mengalami kerusakan parah," katanya.

Penanganan tersebut, lanjut Nugroho dibagi menjadi dua jenis. Yakni pada jalan dalam kota dan luar kota.

"Dalam kota (kecamatan Rembang, Red) ada penanganan khusus," katanya.

Sementara, untuk jalur luar kecamatan Rembang, pihaknya menyasar ruas-ruas yang strategis.

Diantaranya Tireman-Jape, Jape-Pamotan, Jape-Lasem, Pamotan-Banyuurip, dan ruas Sulang-Banyuurip.

"Itu untuk yang koridor kami tangani. Kemudian masih ditambah ruas di dalam kota. Dalam kota itu mulai dari Jalan Sutomo, Jalan Wahidin, Jalan Pahlawan, Jalan Piere Tendean, ada juga kami tangani di wilayah Magersari," katanya.

Selain itu, beberapa waktu lalu, pihaknya juga menangani jalan amblas di wilayah Gunungsari.

Namun, pekerjaan tersebut belum selesai karena jalan mengalami amblas kembali.

Nugroho menyadari, sementara ini pihaknya belum bisa menjangkau seluruh ruas jalan di Rembang.

Sebab ia mengaku terkendala cuaca yang berpengaruh pada kualitas pekerjaan.

"Beberapa ruas yang sudah kami tangani saat ini sudah mulai ada yang rusak kembali," katanya.

Selain itu, juga ada kendala terkait tonase kendaraan yang melewati.

"Hasil pemeliharaan rutin kami tidak bisa mengatasi lalu-lintas tersebut. Kalau secara ideal itu memang harus ditingkatkan. Terutama jalan-jalan yang lalulintas hariannya tinggi," imbuhnya. 

Meski begitu, pihaknya berkomitmen untuk melanjutkan dan mencari metode yang tepat. "Mempertimbangkan anggaran, juga mempertimbangkan kualitas dan mempertimbangkan umur rencana, dengan anggaran yang kecil manfaatnya lebih pannjang," jelasnya. (vah).

Editor : Mahendra Aditya
#bupati rembang #rembang #jalan berlubang #100 hari