REMBANG – Sejumlah koleksi sudah tertata di ruang display Museum Masjid Jami’ Lasem kemarin. Rencananya, bangunan ikonik baru untuk Rembang ini, akan diresmikan besok.
Ruang display museum sudah bisa dinikmati kemarin. Di dalam sudah tertata koleksi seperti guci, mesin ketik, papan, hingga Alquran berukuran besar.
Dinding-dinding ruangan di lantai II juga dihiasi gambar dan narasi biografi para ulama.
Museum Masjid Jami’ Lasem memiliki tiga lantai. Lantai pertama digunakan sebagai tempat wudu. Lantai kedua merupakan ruang display koleksi museum.
Sedangkan lantai ketiga dipenuhi jendela-jendela berukir ayat-ayat suci Alquran.
Pengurus Museum Masjid Jami’ Lasem Abdullah Hamid menyampaikan, di ruangan museum juga ada benda-benda jadul (jaman dulu). Seperti mesin ketik dan hiasan keramik.
”Sesuai dengan daya tampung ruang display, menurut saya ini sekitar 80 persen sudah memuat koleksi," jelasnya.
Selain di ruang display juga ada koleksi manuskrip di ruang perpustakaan.
Untuk sementara, bangunan itu belum bisa dimanfaatkan untuk umum. Pengelola hanya membuka akses masuk bagi warga yang sudah izin terlebih dahulu.
Ssaat ini, dilakukan pamantauan dan evaluasi. Hasilnya, setelah diberi kelonggaran bagi pengunjung, ternyata ada beberapa masalah.
Seperti pengunjung yang membolak balikkan halaman Alquran berukuran besar, sehingga menjadi terlipat. Bahkan ada yang sedikit sobek.
”Kemarin baru penjajakan. Ternyata ada masalah. Di situ diambil pelajaran, bahwa harus dipakai kaca penutup utuh, sehingga benda koleksi aman dari sentuhan-sentuhan," jelasnya.
Rencananya, Museum Masjid Jami’ Lasem akan diresmikan besok.
Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno akan hadir saat peresmian ini. (vah/lin)
Editor : Ali Mustofa