Baca Juga : Tok! Bupati Rembang Larang Takbir Keliling, Begini Alasannya
Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan fesvital thong-thonglek pertama hasil komunikasi para seniman. Sudah dua tahun lebih masih ditutup aktivitasnya tidak boleh buka, sisi lain vaksin sudah hampir terpenuhi.
”Maka kearifan lokal seperti ini juga bagian dari untuk mencerminkan bahwa seni budaya juga sudah kita mulai. Artinya kita buka. Lain halnya pasti ada ketoprak, wayang ikut semua,” kata bupati saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, Rabu (27/4).
Rembang optimistis hari raya level I. Meskipun status belum ditetapkan. Tetapi fakta. Karena daerah hanya mengejar lansia. Untuk yang umum sudah.
Sebagai gambaran Bupati menyampaikan dosis satu hampir 100 persen. Dosis dua umum sudah 69 persen, tinggal 1 persen. Kalau lansia 49 menjadi 60 otomatis sudah 70. Kurang lebih 4.000 suntikan. Kalau dikejar 17 puskesmas rata-rata 400.
Sementara, pantauan di lapangan persiapan Festival Thong-Thonglek kemarin sudah dilakukan. Tampak panggung khusus di dalam TRP Kartini.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Mutaqin menyampaikan target utamanya Dinbudpar untuk festival karena masyarakat sudah kangen. Kedua juga mengingatkan kembali puny ataman Kartini sehingga pelaksaan dipusatkan disana.
”Harapan kami dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, dengan festival semacam ini para seniman bisa berekspresi. Sehingga para penyanyi pelaku seni dapat penghasilan,” harapnya.
Termasuk itu juga dengan adanya event tersebut warga masyarakat yang punya kegiatan ekonomi memperoleh penghasilan. Untuk teknis tersebut dipersiapkan matang dengan satgas covid-19 dan penyelenggara.
Pentas dilaksanakan di dalam taman. Semua di panggung. Tidak didasarkan secara berkeliling biasanya seperti tahun-tahun sebelumnya. Ada panggung utama untuk pentas dari masing-masing peserta dibagi dua hari 15 peserta.
“Hari pertama ada 9 peserta. Hari kedua 6 peserta. Dengan harapan bisa pukul 22.00 sudah bisa selesai sesuai standar covid-19. Kemudian fasilitas yang disiapkan panggung utama. Panggung MC. Lalu tempat juri ada tempat khusus,” katanya.
Disediakan tempat duduk VVIP untuk Forkompimda. Juga VVIP baik OPD maupun sektor-sektor terkait. Diantara dewan kesenian, Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN). Kemudian untuk penonton dibatasi dengan aplikasi Peduli Lindungi dengan vaksin minimal dosis II.
Penonton berada di sekitar panggung. Dengan dibatasi barikade yang sudah disiapkan. Pagar disiapkan dengan kapasitas 3-4 ribu. Namun penonton hanya dibatasi sekira 1500. Untuk target mulai 19.30 dan berakhir pukul 22.00.
Sementara itu, wakil ketua salah satu grup dari Sumberjo, New Gansas, Sodak mengaku menyiapkan 20 orang. Fokus latihan sejak 12 April 2022. Mendatangkan pelatih. Latihan dimulai usai tarwih sampai pukul 23.00 malam.
”Kita tampilkan lagu sahur dan layung-layung. Kita datangkan pelatih musisi Coyo. Kita iuran sendiri, bantuan seluruh warga,” katanya. (noe/ali) Editor : Abdul Rokhim