Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Geliat Pabrik di Rembang Digenjot, Investor Butuh Ribuan Tenaga Kerja

Abdul Rokhim • Jumat, 8 April 2022 | 19:48 WIB
SEMRAWUT: Kendaraan melewati area Jalan Rembang-Pamotan depan pabrik beberapa waktu lalu. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
SEMRAWUT: Kendaraan melewati area Jalan Rembang-Pamotan depan pabrik beberapa waktu lalu. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
REMBANG – Kabupaten Rembang menjadi salah satu daerah yang juga dilirik investor. Hal tersebut kemudian dibarengi permintaan tenaga kerja yang terus membludak. Bahkan, tahun ini saja kebutuhan karyawan pabrik sepatu PT Handal Sukses Karya (HSK) mencapai 5.000-an tenaga kerja. Sementara, PT Parkland World Indonesia (PWI) membutuhkan 2.000-an tenaga kerja. Padahal sebelumnya, sudah ada sekitar 6.000-an tenaga kerja.

Baca Juga : Terungkap! Warga Rembang Ini Ternyata Bunuh Bidan Sweetha Usai Bercinta 

Pemkab Rembang pun kemudian mensiasatinya dengan menyediakan tenaga kerja yang terampil yang nantinya dibutuhkan di dunia industri. Oleh karenanya, Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta BLK dihidupkan. Hal ini untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja terpenuhi.

”Jangan sampai menjadi tenaga kerja yang tidak bisa kerja. Maka BLK jawabannya. Nantinya, BLK ditingkatkan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja,” dorongannya.

Dia menambahkan di Rembang sendiri, industri pembuatan sepatu sudah mulai menggeliat. Nantinya, ada lagi pabrik dengan industri tas di Pasar Banggi, Rembang. Lalu, industri garmen di Sluke juga akan masuk.

”Kalau tidak siap tenaga kerjanya juga akan sia-sia. Oleh karena itu, BLK sudah semestinya dihidupkan. Supaya kompetensi calon tenaga kerja bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekrestaris Dinperinaker kabupaten Rembang, Chris Prasetyana menyampaikan pelatihan di BLK sudah berjalan pada Februari dan telah selesai 24 Maret 2022. Selanjutnya menunggu yang dari APBD.

”APBD Rembang mendapat lima paket pelatihan. Masing-masing paket ada 16 orang peserta. Waktunya berbeda-beda sesuai kurikulum masing-masing kejuruan. Pendaftarannya melalui Sisnaker by sistem. Sudah selesai. Ada otomotif khusus injeksi, menjahit, prosesing, elektro, bahkan TIK,” jelasnya.

Terpisah, Kabid Ketenagakerjaan Dinperinaker, Dwi Septina Rahayu menyampaikan dinasnya memfasilitasi pendaftaran dan tes. Karena kantor sudah siap dari pabrik langsung walk in interview.

”HSK dan PWI langsung walk in interview. Untuk yang pabrik tas belum komunikasi dengan Dinperinaker,” ujarnya.

Dwi menambahkan terkait prioritas dan tidak prioritas bidang terkait pihaknya tidak bisa memaksa. Tentu namanya perusahaan mencari lulusan yang terbaik. Untuk ring I dan II ada kerjasama pihak desa setempat dengan perusahaan.

”Untuk posisi saat ini masih operator. Di bagian produksi. Perusahaan punya perjanjian kontrak. Mintanya pada perempuan. Perekrutan laki-laki masih kecil,” pengakuanya. (noe/him) Editor : Abdul Rokhim
#pemkab rembang #pt handal sukses karya rembang #rembang #pt parkland world indonesia #pabrik sepatu rembang #Bupati Abdul Hafidz #investor rembang #pwi rembang