Baca Juga : Terungkap! Warga Rembang Ini Ternyata Bunuh Bidan Sweetha Usai Bercinta
Pemkab Rembang pun kemudian mensiasatinya dengan menyediakan tenaga kerja yang terampil yang nantinya dibutuhkan di dunia industri. Oleh karenanya, Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta BLK dihidupkan. Hal ini untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja terpenuhi.
”Jangan sampai menjadi tenaga kerja yang tidak bisa kerja. Maka BLK jawabannya. Nantinya, BLK ditingkatkan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja,” dorongannya.
Dia menambahkan di Rembang sendiri, industri pembuatan sepatu sudah mulai menggeliat. Nantinya, ada lagi pabrik dengan industri tas di Pasar Banggi, Rembang. Lalu, industri garmen di Sluke juga akan masuk.
”Kalau tidak siap tenaga kerjanya juga akan sia-sia. Oleh karena itu, BLK sudah semestinya dihidupkan. Supaya kompetensi calon tenaga kerja bisa ditingkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekrestaris Dinperinaker kabupaten Rembang, Chris Prasetyana menyampaikan pelatihan di BLK sudah berjalan pada Februari dan telah selesai 24 Maret 2022. Selanjutnya menunggu yang dari APBD.
”APBD Rembang mendapat lima paket pelatihan. Masing-masing paket ada 16 orang peserta. Waktunya berbeda-beda sesuai kurikulum masing-masing kejuruan. Pendaftarannya melalui Sisnaker by sistem. Sudah selesai. Ada otomotif khusus injeksi, menjahit, prosesing, elektro, bahkan TIK,” jelasnya.
Terpisah, Kabid Ketenagakerjaan Dinperinaker, Dwi Septina Rahayu menyampaikan dinasnya memfasilitasi pendaftaran dan tes. Karena kantor sudah siap dari pabrik langsung walk in interview.
”HSK dan PWI langsung walk in interview. Untuk yang pabrik tas belum komunikasi dengan Dinperinaker,” ujarnya.
Dwi menambahkan terkait prioritas dan tidak prioritas bidang terkait pihaknya tidak bisa memaksa. Tentu namanya perusahaan mencari lulusan yang terbaik. Untuk ring I dan II ada kerjasama pihak desa setempat dengan perusahaan.
”Untuk posisi saat ini masih operator. Di bagian produksi. Perusahaan punya perjanjian kontrak. Mintanya pada perempuan. Perekrutan laki-laki masih kecil,” pengakuanya. (noe/him) Editor : Abdul Rokhim