alexametrics
29.2 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Terungkap! Warga Rembang Ini Ternyata Bunuh Bidan Sweetha Usai Bercinta

SEMARANG – Polisi menggelar 30 reka ulang adegan kasus pembunuhan bidan Sweetha Kusuma Gatra Subardiya, 32, yang jenazahnya dibuang oleh warga Rembang, Donny Christiawan Eko Wahyudi, 31, pada Kamis (7/4). Diketahui, dalam reka ulang tersebut. Korban ternyata dibunuh usai bercinta dengan pelaku di hotel di daerah Jalan Dokter Wahidin, Semarang.

Baca Juga : Terungkap! Pembunuh Ibu-Anak di Tol Semarang Ternyata Warga Lasem Rembang 

Dibarengi dengan tangisan air mata pelaku. Dalam adegan tersebut pelaku memperagakan adegan dari menghubungi, menjemput, membunuh, hingga membuang jenazah korban di kolong Tol Semarang-Bawen Km 425.


”Saya nyesel pak, ingat korban. Padahal saya sayang sama dia. Memang saya emosi ketika usai bercinta itu korban menanyakan kondisi anaknya yang saya asuh di rumah. Nyesel banget, sedih sampai sekarang,” kata Donny didampingi petugas saat reka ulang dikutip CNN Indonesia, Kamis (7/4).

Dari reka adegan itu pula. Tim penyidik mengungkap bahwa pembunuhan itu terjadi pada Senin, (7/3). Di hari yang sama, korban yang dari Yogyakarta itu kemudian bertemu dan langsung dijemput tersangka di terminal bus di Jalan Sukun Banyumanik, Semarang, sekitar pukul 18.00. Keduanya, kemudian menuju hotel di Jalan Dokter Wahidin, Semarang, untuk beristirahat dan berkencan.

Baca Juga :  Sah! Pemkab Rembang Tetapkan 32 Bangunan Masuk Kawasan Kota Kuno Lasem

Seusai berkencan, dia mengaku panik saat dicecar pertanyaan mengenai keberadaan anak Sweetha, MFA (5) yang sebelumnya telah dibunuh di rumahnya di Rembang. “Ngobrol, terus dia tanya keberadaan anaknya terus,” ujarnya.

Karena kesal Donny pun akhirnya menindih Sweetha di kasur lalu mencekik korban. Pelaku kemudian mengambil jilbab korban dan melilitkan di leher korban. Seusai melakukan aksinya Donny lalu membungkus jenazah korban dengan sarung yang dibawa korban. Dia lalu menggotong jenazah dan memasukkan ke mobil dan membuangnya di kolong Tol Semarang-Bawen Km 425.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Polisi Djuhandani Raharjo Puro menuturkan dalam pemeriksaan penyidik serta reka ulang tergambar bahwa pembunuhan Sweetha telah direncanakan. Apalagi, tersangka juga mengakui ada rencana menggantung korban dengan kain sarung yang dibawa korban sesuai pesanannya.

“Ini pembunuhan berencana. Awalnya, tersangka ingin membunuh korban dengan cara digantung pakai kain sarung. Makanya, saat telpon janjian bertemu di Semarang, tersangka pesan agar korban bawa kain sarung,” tambahnya.

SEMARANG – Polisi menggelar 30 reka ulang adegan kasus pembunuhan bidan Sweetha Kusuma Gatra Subardiya, 32, yang jenazahnya dibuang oleh warga Rembang, Donny Christiawan Eko Wahyudi, 31, pada Kamis (7/4). Diketahui, dalam reka ulang tersebut. Korban ternyata dibunuh usai bercinta dengan pelaku di hotel di daerah Jalan Dokter Wahidin, Semarang.

Baca Juga : Terungkap! Pembunuh Ibu-Anak di Tol Semarang Ternyata Warga Lasem Rembang 

Dibarengi dengan tangisan air mata pelaku. Dalam adegan tersebut pelaku memperagakan adegan dari menghubungi, menjemput, membunuh, hingga membuang jenazah korban di kolong Tol Semarang-Bawen Km 425.

”Saya nyesel pak, ingat korban. Padahal saya sayang sama dia. Memang saya emosi ketika usai bercinta itu korban menanyakan kondisi anaknya yang saya asuh di rumah. Nyesel banget, sedih sampai sekarang,” kata Donny didampingi petugas saat reka ulang dikutip CNN Indonesia, Kamis (7/4).

Dari reka adegan itu pula. Tim penyidik mengungkap bahwa pembunuhan itu terjadi pada Senin, (7/3). Di hari yang sama, korban yang dari Yogyakarta itu kemudian bertemu dan langsung dijemput tersangka di terminal bus di Jalan Sukun Banyumanik, Semarang, sekitar pukul 18.00. Keduanya, kemudian menuju hotel di Jalan Dokter Wahidin, Semarang, untuk beristirahat dan berkencan.

Baca Juga :  Gangguan Jaringan Kena Burung Sebabkan Listrik di Rembang Padam 6 Jam

Seusai berkencan, dia mengaku panik saat dicecar pertanyaan mengenai keberadaan anak Sweetha, MFA (5) yang sebelumnya telah dibunuh di rumahnya di Rembang. “Ngobrol, terus dia tanya keberadaan anaknya terus,” ujarnya.

Karena kesal Donny pun akhirnya menindih Sweetha di kasur lalu mencekik korban. Pelaku kemudian mengambil jilbab korban dan melilitkan di leher korban. Seusai melakukan aksinya Donny lalu membungkus jenazah korban dengan sarung yang dibawa korban. Dia lalu menggotong jenazah dan memasukkan ke mobil dan membuangnya di kolong Tol Semarang-Bawen Km 425.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Polisi Djuhandani Raharjo Puro menuturkan dalam pemeriksaan penyidik serta reka ulang tergambar bahwa pembunuhan Sweetha telah direncanakan. Apalagi, tersangka juga mengakui ada rencana menggantung korban dengan kain sarung yang dibawa korban sesuai pesanannya.

“Ini pembunuhan berencana. Awalnya, tersangka ingin membunuh korban dengan cara digantung pakai kain sarung. Makanya, saat telpon janjian bertemu di Semarang, tersangka pesan agar korban bawa kain sarung,” tambahnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/