RADAR KUDUS - Malam Nisfu Sya’ban selalu datang dengan dua hal sekaligus: harapan besar dan kebingungan massal. Harapan akan ampunan dan rahmat, tetapi juga kebingungan soal satu pertanyaan klasik yang berulang setiap tahun: sholat Nisfu Sya’ban dilakukan pada jam berapa sebenarnya?
Alih-alih sekadar menyebut “setelah Maghrib hingga Subuh”, pembahasan malam Nisfu Sya’ban perlu ditempatkan secara jernih: kapan waktunya dimulai, kapan puncaknya, apa yang disepakati ulama, dan di mana wilayah khilaf yang sebaiknya dihindari agar ibadah tetap sah dan tenang.
Pada 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, malam Nisfu Sya’ban jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026, dimulai sejak matahari terbenam. Di titik inilah kalender Hijriah berganti, dan malam ke-15 Sya’ban resmi dimulai.
Baca Juga: Ini 5 Permohonan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Sya’ban Menurut KH Ma’ruf Khozin
Kapan Malam Nisfu Sya’ban Dimulai dan Berakhir?
Dalam tradisi Islam, malam selalu lebih dahulu daripada siang. Artinya, Nisfu Sya’ban dimulai setelah Maghrib tanggal 14 Sya’ban, bukan setelah Subuh.
Secara waktu:
-
Mulai: Senin, 2 Februari 2026, selepas Maghrib
-
Berakhir: Selasa dini hari, sebelum terbit fajar (Subuh)
Dengan demikian, semua ibadah malam—termasuk sholat sunnah, dzikir, dan doa—hanya sah dilakukan dalam rentang waktu ini. Setelah Subuh, malam Nisfu Sya’ban telah usai.
Jam Berapa Waktu Terbaik Sholat di Malam Nisfu Sya’ban?
Di sinilah pentingnya membedakan waktu boleh dan waktu paling utama.
-
Setelah Maghrib – Isya
Ini waktu paling awal untuk memulai ibadah malam. Cocok bagi jamaah yang ingin sholat sunnah ringan, membaca Al-Qur’an, atau mengikuti pengajian. -
Setelah Isya – Tengah Malam
Banyak ulama menilai fase ini baik untuk sholat sunnah tanpa pengkhususan nama. Ibadah masih dilakukan dalam kondisi tubuh relatif segar. -
Sepertiga Malam Terakhir (± pukul 02.00 hingga Subuh)
Inilah waktu emas. Bukan hanya pada Nisfu Sya’ban, tetapi pada seluruh malam dalam Islam. Hadis-hadis shahih menyebutkan bahwa pada sepertiga malam terakhir, rahmat Allah terbuka luas dan doa lebih mustajab.
Kesimpulannya tegas:
Sholat sunnah di malam Nisfu Sya’ban boleh dilakukan sejak Maghrib, tetapi waktu terbaiknya adalah sepertiga malam terakhir.
Apakah Ada Sholat Khusus Bernama “Sholat Nisfu Sya’ban”?
Ini bagian paling krusial dan sering disalahpahami.
Mayoritas ulama tidak sepakat tentang adanya sholat khusus dengan nama dan tata cara tertentu di malam Nisfu Sya’ban, seperti:
-
Sholat 100 rakaat
-
Sholat Alfiyyah
-
Sholat Raghaib versi Nisfu Sya’ban
Banyak hadis yang dijadikan dasar amalan tersebut dinilai lemah bahkan palsu oleh pakar hadis.
Namun, ini tidak berarti malam Nisfu Sya’ban kosong dari ibadah.
Peta Pendapat Ulama: Jangan Disamaratakan
Ulama yang Membolehkan (dengan syarat):
-
Menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan sholat sunnah mutlak
-
Tanpa menamai sholat tersebut sebagai “sholat Nisfu Sya’ban”
-
Tanpa keyakinan bahwa jumlah rakaat tertentu adalah wajib atau pasti berpahala khusus
Pendekatan ini pernah dipraktikkan sebagian ulama salaf secara pribadi (munfarid), bukan ritual massal.
Ulama yang Mengkritik Pengkhususan:
-
Imam An-Nawawi
-
Ibnu Taimiyah
-
Ibnul Qayyim
-
Asy-Syaukani
-
Syaikh Bin Baz
-
Syaikh Al-‘Utsaimin
Mereka sepakat pada satu titik:
❌ Tidak ada sholat khusus bernama “sholat Nisfu Sya’ban” dengan dalil shahih.
Jalan Aman: Ibadah yang Disepakati Semua Mazhab
Jika ingin ibadah tetap bernilai, sah, dan bebas polemik, ulama sepakat pada amalan berikut:
-
Sholat sunnah mutlak (dua rakaat atau lebih)
-
Sholat tahajud di sepertiga malam terakhir
-
Dzikir dan istighfar
-
Membaca Al-Qur’an
-
Berdoa memohon ampunan dan keteguhan iman
-
Sedekah
-
Puasa sunnah (jika bertepatan dengan kebiasaan puasa Senin-Kamis atau ayyamul bidh)
Kuncinya bukan nama sholat, melainkan niat mendekatkan diri kepada Allah.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
-
Menganggap sholat tertentu wajib di malam Nisfu Sya’ban
-
Meyakini jumlah rakaat tertentu pasti berpahala khusus
-
Menyalahkan orang lain karena memilih ibadah berbeda
-
Mengabaikan sholat sunnah biasa tapi mengejar ritual kontroversial
Malam Nisfu Sya’ban bukan soal jam berapa semata, tetapi soal bagaimana menjaga niat dan adab beribadah.
Waktu sudah jelas, pintu rahmat terbuka, tinggal memilih jalan yang paling aman dan disepakati.
Editor : Mahendra Aditya