RADAR KUDUS - Malam Lailatul Qadar adalah salah satu malam yang paling istimewa dalam agama Islam.
Dikenal juga sebagai Malam Kemuliaan atau Malam Takdir.
Malam Lailatul Qadar ini memiliki keutamaan yang luar biasa dan keberkahan yang tak terhingga.
rLailatul Qadar adalah malam di mana diturunkannya Al-Quran, kitab suci umat Islam, dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia.
Malam ini juga merupakan malam di mana segala urusan dan takdir manusia ditetapkan oleh Allah SWT untuk satu tahun ke depan.
Keutamaan malam ini terletak pada kesempatan besar untuk mendapatkan ampunan, rahmat, dan keberkahan yang berlipat ganda.
Anjuran memburu Lailatul Qadar bukan sekadar ucapan belaka.
Rasulullah SAW sendiri telah mencontohkan 14 abad silam.
Hal itu disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh imam Muslim.
“Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersungguh-sungguh dalam sepuluh hari akhir bulan Ramadhan, hal yang tidak beliau lakukan pada bulan lainnya.” (HR Muslim)
Tidak ada yang tahu pasti, karena itu adalah rahasia Allah. Namun ketidakpastian waktunya mengandung hikmah yang sangat besar.
Yaitu membuat manusia terus beribadah setiap malam dengan harapan mendapatkan kemuliaan lailah al-qadar.
Jika waktunya pasti, kita hanya cukup menunggu dan kemudian melaksanakan ibadah di waktu tersebut, seperti halnya shalat Jumat atau ibadah-ibadah lainnya.
Walau tidak bisa dipungkiri, banyak dari kita masih enggan melakukan ibadah yang sudah jelas waktunya, apalagi yang tidak jelas waktunya seperti lailah al-qadr.
Meski demikian, Rasulullah memberikan gambaran bagi orang yang bersungguh-sungguh ingin mendapatkannya. Beliau bersabda:
تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان
Artinya: Carilah malam Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan (HR Imam Bukhari)
Waktu Lailatul Qadar memang tidak diketahui secara pasti kapan setiap tahunnya.
Sebab, setiap tahunnya waktu malam Lailatul Qadar bisa berbeda-beda.
Hikmahnya agar muslim terus berjuang dan menghidupkan setiap malamnya demi meraih Lailatul Qadar.
Sementara, menurut Imam Al-Ghazali, menentukan kapan malam Lailatul Qadar bisa diketahui dari hari pertama puasa Ramadhan.
Kaidah Imam Al-Ghazali beserta ulama lainnya ini terdapat dalam I’anatut Thalibin juz 2.
قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء فهي ليلة تسع وعشرين أو يوم الاثنين فهي ليلة إحدى وعشرين أو يوم الثلاثاء أو الجمعة فهي ليلة سبع وعشرين أو الخميس فهي ليلة خمس وعشرين أو يوم السبت فهي ليلة ثلاث وعشرين قال الشيخ أبو الحسن ومنذ بلغت سن الرجال ما فاتتني ليلة القدر بهذه القاعدة المذكورة
Jika awalnya jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29.
Jika awalnya jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21.
Jika awalnya jatuh pada hari Selasa atau Jum'at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27.
Jika awalnya jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25.
Jika awalnya jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23
Kaidah Imam Al-Ghazali ini telah dibuktikan oleh Syekh Abul Hasan As-Syadzili.
Ia berkata, “Semenjak saya menginjak usia dewasa Lailatul Qadar tidak pernah meleset dari jadwal atau kaidah tersebut.”
Sementara itu, berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, hari pertama puasa Ramadhan 1445 H jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024.
Jika merujuk kaidah Imam Al-Ghazali, maka Lailatul Qadar berpotensi jatuh pada malam 27 Ramadan.
Kapan malam 27 Ramadan 1445 H? Menurut kalender Hijriyah dari Kemenag berdasarkan hasil sidang isbat, malam 27 Ramadan 1445 H bertepatan pada Sabtu malam Minggu, 6 April 2024.
Di malam itu kita bisa menghidupkan dengan ibadah.
Dilansir dari NU Online, amalan paling utama yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar ialah sholat malam atau sholat tahajud, membaca Al-Qur’an, berdoa.
Editor : Dzikrina Abdillah