Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Selama 30 Hari TNI Bangun Desa Pelosok: Ada Peningkatan, Bansos, hingga Bantuan Rumah

Ali Mustofa • Rabu, 22 April 2026 | 14:25 WIB
DIMULAI: Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra memukul gong di Lapangan Desa Gunungpanti, Winong pada Rabu (22/4). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)
DIMULAI: Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra memukul gong di Lapangan Desa Gunungpanti, Winong pada Rabu (22/4). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

PATI - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati resmi dimulai pada Rabu (22/4) di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Pati, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya daerah pinggiran

Secara seremonial, acara tersebut dibuka di Lapangan Desa Gunungpanti, Winong pada Rabu (22/4) pukul 09.00. 

Acara tersebut dibuka dengan apel pasukan di sana. Selain itu ada juga penampilan tarian tradisional. 

Pelaksanaan Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa Godo. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)
Pelaksanaan Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa Godo. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra memukul gong didampingi Dandim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi sebagai simbol dimulainya TMMD. 

Setelah itu, mereka pun melepas burung bersama-sama. Itu sebagai simbol dan harapan diberikan kelancaran dalam membangun di desa tersebut.

“TMMD merupakan program rutin yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan TNI menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata hingga pelosok desa,” terang Chandra. 

Pada pelaksanaan TMMD kali ini, terdapat dua fokus utama, yakni pembangunan fisik dan nonfisik. Untuk sektor fisik, dilakukan betonisasi jalan pertanian sepanjang 950 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 16 sentimeter.

Infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar akses mobilitas warga, khususnya dalam mendukung aktivitas pertanian.

Selain itu, program ini juga mencakup pembangunan enam unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan, serta penyediaan enam titik fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di lokasi umum.

Tak hanya itu, pengeboran sumur juga dilakukan guna menunjang kebutuhan air bagi pertanian warga setempat.

Sementara itu, pada sektor nonfisik, TMMD menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan pertukangan, pelatihan membatik, serta penyuluhan wawasan kebangsaan.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.

Risma berharap, melalui program TMMD ini, kesejahteraan masyarakat Desa Godo dapat meningkat seiring dengan membaiknya infrastruktur dan bertambahnya keterampilan warga.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan.

Dengan pelaksanaan selama 30 hari hingga 21 Mei 2026, TMMD di Desa Godo diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#tni bangun desa #bansos #infrastruktur #tmmd #pembangunan