Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Misteri Angkernya Hutan Jati di Tlogowungu Pati yang Saksi Bisu Pembantaian Massal Tahun 1965

Achmad Ulil Albab • Senin, 10 Februari 2025 | 15:04 WIB

 

MENCEKAM: Potret hutan jati di kawasan Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati yang dianggap mistis.
MENCEKAM: Potret hutan jati di kawasan Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati yang dianggap mistis.

SETIAP tempat memiliki kisah misterinya sendiri, tak terkecuali Kabupaten Pati yang dikenal memiliki beberapa lokasi penuh aura mistis.

Salah satu tempat yang paling terkenal adalah Hutan Lamin, yang sudah lama dianggap angker oleh masyarakat setempat.

Terletak di Desa Regaloh, Kecamatan Tlogowungu, Hutan Lamin berjarak sekitar 7 kilometer atau 18 menit perjalanan dari pusat kota Pati.

Konon, kawasan ini menyimpan berbagai cerita menyeramkan yang telah dipercaya turun-temurun.

Bahkan di siang hari, suasana hutan ini sudah terasa penuh aura mistis.

Ketika malam tiba, banyak warga mengaku sering mendengar suara gemuruh dari dalam hutan, menambah kesan angker tempat ini.

Informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Kudus, menurut kepercayaan masyarakat, Hutan Lamin diyakini sebagai istana kerajaan makhluk gaib.

Tak sedikit orang datang ke lokasi tertentu di hutan ini, seperti Jati Gowok, untuk melakukan ritual pemujaan dengan harapan memperoleh kekayaan.

Tak jauh dari Jati Gowok, terdapat sebuah jembatan kayu kecil yang dinamakan Jembatan Genderuwo.

Di dekatnya, terdapat tiga cekungan tanah yang letaknya berdekatan.

Konon, cekungan ini adalah saksi bisu tragedi pembantaian massal pada tahun 1965.

Photo
Photo

Peristiwa berdarah itu menjadi salah satu alasan mengapa Hutan Lamin dianggap angker.

Ditambah lagi, banyak warga yang mengaku pernah melihat makhluk tanpa kepala berkeliaran di sekitar hutan ini.

“Banyak cerita dari orang-orang yang mengaku pernah melihat penampakan makhluk tanpa kepala. Katanya ini berkaitan dengan peristiwa tahun 1965, zaman geger PKI dulu,” ujar Arif, seorang warga Kecamatan Tlogowungu.

Lebih lanjut, Arif mengatakan saat melewati kawasan hutan jati tersebut, ia selalu merasakan aura yang sangat berbeda, terutama di malam hari.

“Rasanya memang berbeda. Kalau malam hari, suasananya semakin mencekam,” pungkasnya. (aua)

Editor : Ali Mustofa
#angker #makhluk gaib #pati #penampakan #hutan jati #pembantaian massal #aura mistis #Tlogowungu