Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Usai Istri Akuisisi PSIS, Fariz Julinar Maurisal Lepas Jabatan CEO Persela Lamongan, Apa Alasannya?

Ali Mustofa • Sabtu, 22 November 2025 | 18:02 WIB

Fariz Julinar
Fariz Julinar

RADAR KUDUS – Kabar mengejutkan datang dari Lamongan. Fariz Julinar Maurisal menyampaikan pengunduran dirinya sebagai CEO Persela Lamongan melalui unggahan di akun Instagram pribadi, Jumat (21/11/2025).

Keputusan ini ia ambil setelah empat tahun mengabdi di klub kebanggaan masyarakat Lamongan tersebut.

Pengumuman mundurnya Fariz muncul hanya berselang beberapa hari setelah sang istri, Datu Nova Fatmawati, resmi mengambil alih mayoritas saham PT Mahesa Jenar Semarang (PSIS) pada Senin malam (17/11/2025).

Baca Juga: Kaliwiro Wonosobo Siaga Tanah Bergerak: Jalan Ambles, Rumah Rusak, Warga Mulai Mengungsi

Dalam pernyataannya, Fariz mengungkapkan permohonan maaf kepada para pendukung Persela apabila selama memimpin masih terdapat kekurangan, baik dalam ucapan maupun tindakan.

“Saya pamit undur diri dari Persela Lamongan. Jika ada kesalahan selama saya mengurus tim ini, saya memohon maaf kepada para suporter dan warga Lamongan,” tulisnya.

Fariz menegaskan bahwa langkah mundurnya dilatarbelakangi hilangnya kepercayaan yang selama ini menjadi fondasi penting dalam pengelolaan klub.

Karena itu, ia menyerahkan tongkat estafet kepada sosok yang dinilai lebih siap melanjutkan perjalanan Persela.

Meski tak lagi menjabat, pengusaha asal Lamongan itu memastikan kecintaannya kepada Persela tidak akan berubah. Ia tetap berkomitmen mendukung Laskar Joko Tingkir di masa mendatang.

“Saya akan terus men-support Persela Lamongan ke depannya,” ujarnya.

Dalam unggahan tersebut, Fariz juga menuliskan pesan panjang berisi refleksi perjalanan empat tahun menakhodai klub.

Baca Juga: Umat Hindu Jepara Laksanakan Sembahyang Tilem, Panjatkan Doa untuk Dharma dan Kerahayuan

Ia menceritakan bagaimana ia melewati setiap proses kompetisi, dari persiapan hingga penutup musim, serta menegaskan bahwa cintanya kepada Persela dan suporternya tetap sama.

Sementara itu, keputusan besar yang diambil sang istri, Datu Nova Fatmawati, ikut menjadi perhatian publik.

Datu kini memegang 74,2 persen saham PT Mahesa Jenar Semarang. Sisanya masih dimiliki oleh Junianto dan sejumlah investor lainnya.

Juru Bicara pemilik saham mayoritas, Joni Kurnianto, mengatakan salah satu faktor yang membuat kesepakatan akuisisi berjalan mulus adalah adanya kecocokan komunikasi antara kedua pihak sejak tahap awal.

“Alhamdulillah semua proses berjalan baik. Setiap kali berdiskusi, selalu ada chemistry yang membuat kami yakin Mbak Datu memahami dunia sepak bola dan mampu membawa PSIS kembali bangkit,” ungkap Joni.

Baca Juga: Mesin Alami Loss Power, Pesawat PT Wise Air Terpaksa Mendarat di Persawahan, Begini Kondisi Seluruh Kru

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum Datu masuk sebagai investor, sebenarnya ada pihak lain yang sempat berminat.

Namun, rencana itu batal di saat-saat terakhir karena tidak tercapainya kesepakatan dan minimnya kecocokan dalam komunikasi.

“Kami mohon maaf jika sebelumnya menimbulkan kegaduhan. Saat itu memang belum ada titik temu, dan mengelola klub sepak bola membutuhkan koneksi yang solid,” imbuhnya.

Datu menuturkan bahwa kecintaannya pada PSIS muncul dari mendiang ayahnya yang merupakan penggemar setia Mahesa Jenar.

Ia mengaku sudah mengenal PSIS sejak kecil karena ayahnya kerap pergi menonton pertandingan setiap kali ia berlibur ke Semarang.

“Saya tumbuh di Semarang. Saat kecil, ayah sering meninggalkan saya untuk menonton PSIS. Setelah beliau meninggal, saya ingin meneruskan kecintaan ayah saya pada klub ini,” ujarnya.

Datu melihat kondisi PSIS saat ini sedang tidak stabil. Karena itu, ia ingin hadir membawa perubahan dan menolong klub keluar dari keterpurukan.

Baca Juga: Diskon 30% Tiket Kereta untuk Libur Nataru, Ini Daftar KA dari Pasar Senen & Gambir

Target jangka pendeknya adalah memastikan PSIS bertahan di kompetisi kasta kedua musim ini, sebelum kembali membidik posisi di liga tertinggi nasional pada musim berikutnya.

“Saat ini PSIS sedang berada di bawah. Saya ingin membantu mengembalikan klub ini ke jalur yang semestinya,” tandasnya.

Ia juga memastikan akan melakukan perombakan besar-besaran pada putaran tengah musim.

Seluruh elemen tim—mulai dari pemain, pelatih, hingga manajemen—akan dievaluasi dan dibenahi.

“Misi terdekat saya adalah memperbaiki tim secara menyeluruh,” tutupnya.

Editor : Ali Mustofa
#persela lamongan #psis #laskar joko tingkir #suporter #Fariz Julinar Maurisal