Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Malam Pahit di Manahan! Persis Solo Dipermalukan Persijap Lewat Gol Penalti Menit 90+13

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 14 September 2025 | 04:34 WIB

SENGIT: Pemain Persis Solo beradu dengan pemain Laskar Kalinyamat.
SENGIT: Pemain Persis Solo beradu dengan pemain Laskar Kalinyamat.

RADAR KUDUS - Stadion Manahan Solo berubah menjadi arena duka pada Sabtu (13/9/2025). Harapan suporter Laskar Sambernyawa untuk melihat kemenangan kandang pupus di menit-menit terakhir.

Persis Solo harus mengakui keunggulan Persijap Jepara dengan skor 1-2 dalam laga pekan kelima Super League 2025/2026, setelah pertandingan yang diwarnai drama kartu merah, gol dianulir, hingga penalti di penghujung laga.

Kekalahan ini terasa begitu menyakitkan karena terjadi di depan puluhan ribu suporter setia.

Apalagi, Persis sempat menyamakan kedudukan meski bermain dengan 10 orang, membuat asa bangkit sempat menyala sebelum dipadamkan penalti Sudi Abdallah di menit 90+13.

Mario Lemos, pelatih Persijap, tersenyum puas melihat anak asuhnya keluar sebagai pemenang dari laga sengit ini.

Sementara Peter De Roo tampak murung di tepi lapangan, sadar timnya kehilangan poin penting yang bisa mendongkrak posisi di klasemen.

Babak Pertama: Gol Dianulir dan Dominasi Tak Berbuah

Persis Solo tampil agresif sejak menit pertama. Mereka menguasai jalannya pertandingan, memainkan bola dari kaki ke kaki, dan beberapa kali memberi ancaman melalui kombinasi Zulfahmi Arifin, Sutanto Tan, dan Sho Yamamoto.

Namun, ketangguhan lini belakang Persijap, yang digalang Najeeb Yakubu dan Fikron Afriyanto, membuat semua serangan kandas.

Momen yang membuat Manahan hampir bergemuruh terjadi pada menit ke-31. Xandro Dylan Schenk mencetak gol setelah memanfaatkan bola pantul hasil sundulan Eky Taufik. Namun, euforia suporter seketika terhenti.

Wasit Tri Santoso mengecek VAR dan memutuskan gol dianulir karena Xandro berada dalam posisi offside. Keputusan itu memicu protes pemain Persis dan kekecewaan publik tuan rumah.

Hingga babak pertama berakhir, skor tetap kacamata 0-0. Persis menguasai bola lebih dari 60%, tetapi ketangguhan Rodrigo Moura di bawah mistar Persijap menjadi tembok penghalang.

Babak Kedua: Persijap Menggigit, Persis Kehilangan Kapten

Setelah turun minum, intensitas pertandingan meningkat. Persijap mulai berani keluar menyerang dan berhasil memecah kebuntuan di menit ke-51. Rosalvo Junior mencetak gol setelah menerima umpan matang dari Carlos Franca.

Bola meluncur mulus melewati jangkauan Muhamad Riyandi, membuat sektor tamu bersorak kegirangan.

Persis semakin tertekan dan keadaan makin buruk ketika kapten tim, Sho Yamamoto, mendapat kartu merah pada menit ke-73 usai menginjak Rahmat Hidayat.

VAR kembali digunakan, dan keputusan wasit membuat Persis harus bermain dengan 10 pemain di sisa laga.

Namun, justru setelah kehilangan Yamamoto, semangat Persis menyala. Mereka bangkit dan menyamakan kedudukan pada menit ke-77 melalui sundulan Cleyton Santos yang memanfaatkan umpan lambung dari Zanadin Fariz. Gol itu membuat stadion bergemuruh, memberi harapan kebangkitan.

Drama VAR dan Penalti yang Menghantam Mental

Menjelang akhir pertandingan, tensi semakin panas. Tambahan waktu hingga 10 menit diberikan wasit, membuat suporter menahan napas.

Pada menit ke-90+9, bola mengenai tangan Sutanto Tan di kotak penalti. Setelah pemeriksaan VAR, wasit menunjuk titik putih. Sudi Abdallah yang menjadi eksekutor dengan tenang mengirim bola ke sisi kanan gawang, menaklukkan Riyandi.

Gol tersebut seolah menusuk jantung Laskar Sambernyawa. Waktu yang tersisa tak cukup bagi Persis untuk membalas. Peluit panjang berbunyi dan Persijap merayakan kemenangan dramatis mereka di kandang lawan.

Kekalahan yang Menyakitkan dan Pekerjaan Rumah De Roo

Kekalahan ini terasa seperti tamparan keras bagi Persis Solo. Mereka bukan hanya kehilangan poin, tetapi juga momentum untuk naik ke papan atas klasemen.

Dengan hasil ini, Persijap kini mengoleksi delapan poin dan naik ke peringkat kelima, sementara Persis harus puas tertahan di papan tengah.

Peter De Roo perlu segera mengevaluasi strategi timnya, terutama dalam memaksimalkan peluang dan menjaga emosi pemain di momen krusial. Kehilangan kapten dan penalti di akhir laga adalah dua hal yang bisa dihindari jika konsentrasi terjaga.

Duel Gengsi yang Akan Diingat Lama

Pertandingan ini menjadi bukti bahwa derby Jawa Tengah selalu menghadirkan cerita dramatis. Bagi suporter Persis, malam itu akan dikenang sebagai salah satu kekalahan paling menyakitkan di Stadion Manahan.

Namun, bagi Persijap, ini adalah kemenangan prestisius yang akan memompa semangat mereka menghadapi laga-laga berikutnya.

Pertemuan kedua nanti diprediksi akan berlangsung lebih panas. Persis tentu ingin membalas dendam, sementara Persijap akan berusaha mempertahankan gengsi setelah sukses mencuri tiga poin di Solo.

Editor : Mahendra Aditya
#Kekalahan Persis Solo #hasil Super League 2025 #Persis Solo vs Persijap Jepara #hasil Super League 2025 2026 #liga 1