RADAR KUDUS - Pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk alokasi Mei-Juni 2026 masih menjadi perhatian masyarakat. Hingga Senin (11/5/2026), banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengaku saldo di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka masih kosong.
Dari hasil pengecekan di sejumlah daerah, proses penyaluran bansos belum berjalan merata. Kondisi tersebut terjadi pada berbagai bank penyalur seperti BNI, BRI, Mandiri, hingga BSI. Sebagian penerima sudah mendapatkan informasi pencairan, sementara lainnya masih menunggu dana masuk ke rekening.
Situasi ini membuat banyak KPM mulai mempertanyakan perkembangan pencairan bansos tahap terbaru. Berdasarkan informasi dari pendamping sosial dan hasil pemantauan saldo rekening, proses distribusi bantuan masih berada dalam tahapan administrasi sistem.
Penyaluran bantuan diketahui masih menunggu proses sinkronisasi data di sistem SIKS-NG yang digunakan pemerintah untuk pengelolaan bansos nasional. Tahapan verifikasi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan dana PKH dan BPNT belum masuk ke seluruh rekening penerima.
Hingga saat ini, sebagian besar saldo KKS masih menunjukkan angka Rp0. Artinya, pencairan bantuan Mei-Juni 2026 memang belum dilakukan secara menyeluruh di berbagai wilayah Indonesia.
Selain proses administrasi, ada beberapa kendala lain yang bisa menyebabkan bantuan belum cair. Salah satunya ialah ketidaksesuaian data antara Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan data kependudukan Dukcapil.
Perbedaan data seperti nomor induk kependudukan (NIK), kartu keluarga, hingga perubahan status ekonomi dapat mempengaruhi proses validasi penerima bantuan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pencairan bansos biasanya akan tertunda sampai data diperbaiki.
Karena itu, masyarakat yang merasa masih memenuhi syarat penerima bantuan disarankan aktif mengecek status terbaru bansos mereka. Pendamping sosial desa atau kecamatan dapat membantu memeriksa apakah bantuan sudah masuk tahap pencairan atau masih dalam proses administrasi.
Selain melalui pendamping sosial, penerima bansos juga dapat melakukan pengecekan secara mandiri menggunakan aplikasi resmi Cek Bansos milik Kementerian Sosial. Fitur “Sanggah” di aplikasi tersebut juga bisa digunakan apabila ditemukan kesalahan data penerima.
Untuk memudahkan pemantauan, pengecekan saldo bansos kini juga bisa dilakukan lewat mobile banking sesuai bank penyalur masing-masing. Dengan cara ini, penerima tidak perlu terus-menerus datang ke ATM hanya untuk memastikan apakah dana bantuan sudah masuk.
Penerima cukup membuka aplikasi mobile banking, lalu mengecek informasi saldo rekening secara berkala. Cara tersebut dinilai lebih praktis sekaligus membantu mengurangi antrean di ATM maupun agen bank saat pencairan bansos berlangsung.
Editor : Mahendra Aditya