RADAR KUDUS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius terkait aktivitas tektonik di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sesar Lawanopo, salah satu patahan darat terpanjang di provinsi tersebut, dilaporkan memiliki potensi memicu gempa bumi kuat dengan kekuatan magnitudo hingga 7,6.
Fungsional Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Ahli Madya Stasiun Geofisika Kendari, Imanuela Indah Pertiwi, mengungkapkan bahwa data ini merujuk pada hasil riset terbaru yang dilakukan oleh Tim Pusat Studi Gempa Nasional (PusGeN) tahun 2024.
Baca Juga: BMKG Waspadai Potensi Gempa Megathrust Magnitudo 8,7 di Selatan Jawa
Mengenal Karakteristik Sesar Lawanopo
Berdasarkan data teknis dari BMKG, berikut adalah poin-poin penting mengenai ancaman dan sebaran Sesar Lawanopo:
Dimensi Patahan: Memiliki bentang panjang mencapai 130 kilometer, menjadikannya salah satu sesar darat terpanjang di Sultra.
Baca Juga: Waspada, Sesar Palu Koro di Pulau Sulawesi Mulai Mengintai
Potensi Kekuatan: Mampu memicu gempa bumi dengan magnitudo maksimum hingga M 7,6.
Aktivitas Terakhir: Terdeteksi signifikan pada 8 Maret 2026 lalu dengan gempa M 4,3 yang guncangannya dirasakan hingga Kendari dan Kolaka Timur.
Risiko Utama: Dampak paling nyata adalah kerusakan bangunan di sepanjang jalur patahan akibat guncangan hebat.
Potensi Tsunami: Tergolong kecil karena posisi sesar yang berada di daratan.
Wilayah yang Dilintasi Jalur Sesar
Secara geografis, jalur Sesar Lawanopo membentang dari arah barat laut menuju tenggara, melewati tiga kabupaten utama di Sulawesi Tenggara:
-
Kabupaten Kolaka Utara: Meliputi wilayah Kecamatan Batu Putih dan Pakue Utara.
-
Kabupaten Konawe: Meliputi wilayah Kecamatan Latoma, Routa, dan Amonggedo.
-
Kabupaten Konawe Utara: Meliputi wilayah Asera, Andowia, Molawe, Lasolo, dan Wawolesea.
Imbauan Mitigasi
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat yang bermukim di titik-titik lintasan sesar tersebut. Mengingat ancaman utama berupa kerusakan fisik bangunan, standarisasi bangunan tahan gempa serta edukasi mengenai langkah penyelamatan diri menjadi hal yang mendesak untuk diterapkan.
Hingga saat ini, BMKG terus memantau aktivitas seismik di jalur Sesar Lawanopo guna memberikan informasi peringatan dini yang lebih akurat bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. (*)
Editor : Zakaria