Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hari Kelima Konflik Iran–AS-Israel: Serangan Laut Hingga Ancaman Energi Global Picu Eskalasi Besar

Ghina Nailal Husna • Kamis, 5 Maret 2026 | 10:33 WIB

Hari kelima konflik Iran-AS-Israel
Hari kelima konflik Iran-AS-Israel

RADAR KUDUS – Memasuki hari kelima konflik Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel, eskalasi militer dilaporkan meningkat tajam dan meluas ke berbagai front, mulai dari pertempuran laut, udara, hingga ancaman terhadap fasilitas energi dan nuklir.

Situasi ini memicu kekhawatiran global karena dinilai berpotensi menyeret lebih banyak negara serta mengguncang stabilitas ekonomi internasional.

Salah satu perkembangan paling signifikan adalah laporan bahwa kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat menenggelamkan kapal perang Iran, IRIS Dena, di Samudra Hindia, sekitar 1.000 mil dari wilayah Iran, dekat perairan Sri Lanka.

Serangan torpedo tersebut disebut menewaskan lebih dari 80 awak, dengan lebih dari 100 lainnya dilaporkan hilang.

Jika terkonfirmasi, ini menjadi pertama kalinya sejak Perang Dunia II kapal selam AS menenggelamkan kapal musuh menggunakan torpedo dalam konflik terbuka. Pentagon dikabarkan telah merilis rekaman video terkait insiden tersebut.

Di sisi lain, NATO dilaporkan mencegat sebuah rudal balistik Iran yang mengarah ke wilayah Turki. Rudal tersebut disebut melintasi wilayah udara Irak dan Suriah sebelum dihancurkan.

Puing-puingnya dilaporkan jatuh di Provinsi Hatay, Turki selatan. NATO secara resmi mengecam tindakan Iran, menandai pertama kalinya aliansi tersebut terlibat langsung dalam konflik ini.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam konferensi pers menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel menargetkan “kendali penuh atas langit Iran” dalam beberapa hari ke depan.

Ia menegaskan bahwa tekanan udara akan terus berlanjut, sementara Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Caine menyebut serangan akan menjangkau wilayah Iran yang lebih dalam secara bertahap.

Menurut pernyataan tersebut, lebih dari 20 kapal angkatan laut Iran, termasuk satu kapal selam, telah dihancurkan.

Di front udara, Israel mengklaim sebuah jet tempur siluman F-35 miliknya menembak jatuh pesawat tempur Iran di atas Teheran.

Jika benar, ini menjadi pertempuran udara antarpesawat berawak pertama sejak 1985. Militer Israel juga menyatakan telah melumpuhkan sekitar 300 peluncur rudal Iran.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa pasukan daratnya telah memasuki operasi tempur aktif.

Sebanyak 230 drone dilaporkan dikerahkan, dan IRGC mengklaim tengah melakukan operasi laut yang menargetkan kapal militer AS.

Dampak konflik juga mulai terasa di sektor energi global. QatarEnergy menyatakan force majeure, yang berarti perusahaan tersebut membebaskan diri dari kewajiban kontrak pasokan LNG.

Langkah ini berpotensi mengganggu suplai gas alam cair ke Eropa dan Asia tanpa batas waktu yang jelas.

Sebuah kapal kargo berbendera Malta dilaporkan terkena dua rudal di dekat Selat Hormuz. Angkatan Laut Oman mengevakuasi 24 awak kapal tersebut.

Insiden ini mempertegas kekhawatiran bahwa jalur perdagangan energi paling vital di dunia semakin tidak aman.

Iran memperingatkan akan menargetkan seluruh pusat ekonomi di kawasan jika serangan AS-Israel terus berlanjut.

Di saat yang sama, Qatar dilaporkan menangkap 10 orang yang diduga mata-mata IRGC di wilayahnya.

Intelijen Israel menyebut Iran berada hanya dua minggu dari kemampuan memperkaya uranium hingga tingkat 90 persen—ambang senjata nuklir—sebelum serangan dimulai. Klaim ini disebut sebagai alasan utama dilakukannya operasi militer preventif.

Serangan udara juga dilaporkan menghantam Bandara Mehrabad di Teheran, pangkalan Angkatan Udara Iran di Shiraz, serta sejumlah depot senjata di Vardavard dan Dezful.

Media melaporkan bahwa Rahman Moghadam, kepala Divisi Operasi Khusus IRGC, tewas dalam salah satu serangan tersebut, meski belum ada konfirmasi independen.

Di dalam negeri, bank-bank Iran dilaporkan membatasi penarikan tunai, sementara akses internet mengalami pemblokiran. Media pemerintah Iran tetap menyampaikan narasi bahwa negara tersebut berada dalam posisi unggul.

Rusia turut menyampaikan peringatan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr berada dalam risiko akibat serangan di sekitarnya, dengan laporan terdengar ledakan di dekat perimeter fasilitas tersebut.

Di Washington, sejumlah anggota Partai Demokrat menyuarakan kekhawatiran setelah mengikuti pengarahan tertutup selama tiga jam bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Mereka memperingatkan potensi keterlibatan Amerika Serikat dalam perang darat berkepanjangan.

Konflik juga berdampak pada Lebanon, di mana sekitar 60.000 orang dilaporkan mengungsi dalam beberapa hari terakhir setelah Israel mengeluarkan perintah evakuasi untuk ratusan desa.

Pernyataan keras Hegseth yang menutup konferensi pers—menyebut Iran pernah mencoba membunuh Presiden Donald Trump dan bahwa “Trump tertawa terakhir”—menambah ketegangan retorika politik di tengah konflik militer yang terus berkembang.

Dengan keterlibatan kapal selam, NATO, operasi darat, ancaman terhadap fasilitas nuklir, serta gangguan rantai pasokan energi, konflik ini kini melampaui sekadar serangan udara terbatas.

Dampaknya tidak hanya dirasakan di medan perang, tetapi juga di pasar energi, perdagangan global, dan stabilitas ekonomi dunia.

Para analis menilai arah konflik dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan dinamika geopolitik dan pasar internasional sepanjang tahun ini. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#perang Iran terbaru #perang Iran AS Israel #Perang iran #Update Perang Iran vs Israel #perang iran israel #Perang iran vs israel dan amerika #update perang Iran Israel 2026 #Harga bbm imbas perang iran #Eskalasi militer #Update Perang Iran vs AS #Perang iran vs israel amerika #Strategi perang iran vs amerika dan israel #hari kelima #Perang Iran Israel 2026 #Strategi perang iran #Korban perang iran vs israel amerika