Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

IRGC Umumkan Serangan Besar ke Israel, Ketegangan Timur Tengah Memuncak

Ali Mustofa • Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:00 WIB

Ilustrasi Konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. (AI/ChatGPT)
Ilustrasi Konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. (AI/ChatGPT)

RADAR KUDUSKorps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu (28/2) mengonfirmasi telah meluncurkan gelombang awal serangan roket ke wilayah Israel.

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan yang sebelumnya dilancarkan Israel terhadap Iran.

Dalam pernyataan resminya yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRGC menyebut serangan balasan berupa peluncuran rudal serta pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) telah diarahkan ke Israel.

Baca Juga: Ketegangan Memuncak! Serangan Roket Guncang Teheran, Indonesia Siap Jadi Mediator

Serangan itu disebut sebagai jawaban atas tindakan yang dianggap sebagai agresi musuh terhadap Teheran.

Seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya, sebagaimana dilaporkan media internasional, menegaskan bahwa Iran tidak lagi dapat mentoleransi tindakan militer yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat setelah serangan terhadap ibu kota Iran.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, menyampaikan apresiasi kepada Presiden AS Donald Trump atas dukungan dalam operasi militer terhadap Iran.

Dalam pernyataan video yang diunggah melalui akun media sosial resminya, Netanyahu menyatakan bahwa program nuklir Iran merupakan ancaman serius bagi dunia.

Ia menyebut operasi militer yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat bertujuan menghilangkan ancaman eksistensial yang berasal dari rezim Iran.

Menurutnya, upaya Iran mengembangkan kemampuan nuklir tidak dapat dibiarkan karena dinilai membahayakan keamanan global.

Netanyahu juga menyatakan bahwa operasi tersebut diharapkan membuka peluang bagi rakyat Iran untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

Baca Juga: Ali Larijani Ambil Alih Kendali: Strategi Iran Siaga Perang dan Rencana Bertahan Hadapi Tekanan AS

Ia bahkan menyerukan agar masyarakat Iran terbebas dari kepemimpinan yang telah berkuasa selama puluhan tahun, merujuk pada pemerintahan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Operasi militer yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran itu disebut dengan sandi “Operasi Auman Singa”.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran telah memastikan adanya serangan udara di sejumlah kota sekitar pukul 09.45 waktu setempat.

Pihak KBRI kini memprioritaskan komunikasi intensif dengan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran.

Baca Juga: Konflik AS–Iran Memanas, Lebanon Terancam Terseret Perang

KBRI Teheran juga telah mengeluarkan surat edaran terbaru yang berisi imbauan serta langkah-langkah yang dapat dilakukan WNI guna menjaga keselamatan dan keamanan selama situasi berlangsung.

Di sisi lain, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menilai serangan Israel dan Amerika Serikat sebagai tindakan agresi.

Dalam pernyataannya, pihak kedutaan menyebut serangan tersebut menyasar objek sipil dan infrastruktur penting di Teheran serta sejumlah kota lain, sehingga dianggap melanggar kedaulatan dan integritas wilayah Iran.

Iran menilai serangan itu bertentangan dengan Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melarang penggunaan kekuatan terhadap kedaulatan negara lain.

Teheran menegaskan bahwa respons militer yang dilakukan merupakan hak sah berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB terkait pembelaan diri.

Pemerintah Iran juga menyatakan angkatan bersenjatanya akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya untuk mempertahankan kedaulatan nasional serta memberikan respons tegas terhadap serangan Israel dan Amerika Serikat.

Sebagai negara anggota pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa, Iran turut mendesak Dewan Keamanan PBB segera mengambil langkah konkret guna mencegah pelanggaran perdamaian internasional dan merespons situasi yang dinilai mengancam stabilitas global.

Editor : Ali Mustofa
#iran #Teheran #Israel #rudal #operasi militer