Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pertamina Aktifkan Satgas Nataru 2025–2026 untuk Pastikan Energi Aman Selama Liburan

Ali Mustofa • Sabtu, 15 November 2025 | 19:36 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina
Ilustrasi SPBU Pertamina

RADAR KUDUS – PT Pertamina (Persero) secara resmi mengaktifkan Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Satgas Nataru).

Satgas ini mulai beroperasi pada 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026.

Dengan dimulainya masa tugas tersebut, Pertamina bersama seluruh subholding menegaskan kesiapan mereka untuk menjaga kualitas layanan dan memastikan pasokan energi tetap optimal bagi masyarakat.

Baca Juga: Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di SPBU Se-Indonesia Hari Ini

Peluncuran Satgas Nataru dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, bersama jajaran direksi Pertamina dan subholding.

Acara tersebut juga diikuti secara daring oleh Manajemen Pertamina Group di seluruh Indonesia pada Kamis, 13 November 2025.

Aktivasi Satgas ini bertujuan memastikan suplai serta distribusi energi nasional tetap aman dan terkendali selama libur akhir tahun.

Simon Aloysius Mantiri menekankan bahwa periode liburan Natal dan Tahun Baru selalu menjadi momen penting bagi sektor energi, logistik, serta transportasi nasional.

Karena itu, Pertamina menetapkan tiga fokus utama Satgas Nataru: kesiapan fasilitas dan personel, respons cepat atas kendala operasional, serta penguatan koordinasi antar unit dan lembaga terkait.

“Satgas Nataru merupakan program strategis dengan nilai pelayanan publik yang besar. Kita harus menjamin masyarakat dapat menikmati masa liburan dengan aman dan nyaman. Saya meminta seluruh tim menjaga integritas, mempercepat arus komunikasi, serta memperkuat sinergi agar seluruh sistem dapat berjalan selaras,” ujar Simon.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Tegaskan Pasokan BBM Bengkulu Stabil dan Terkendali

Untuk menjaga kelancaran suplai energi, Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bertekad memenuhi kebutuhan kilang dengan menyediakan minyak mentah domestik hingga 31,5 juta barel sepanjang periode satgas.

PHE akan memaksimalkan lifting migas agar seluruh produksi minyak dan gas bisa tersalurkan ke kilang Pertamina maupun konsumen gas dalam negeri.

Di sektor pengolahan, Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memastikan seluruh kilang beroperasi secara penuh dengan kapasitas total mencapai 1,179 juta barel per hari.

Produk-produk BBM seperti Biosolar, Pertamax, dan Pertamax Turbo juga disiapkan untuk peningkatan produksi sesuai kebutuhan.

Pada lini distribusi dan pemasaran, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan 117 Terminal BBM, 43 Terminal LPG, dan 72 Depot Pengisian Pesawat Udara dalam kondisi siaga penuh.

Upaya penguatan distribusi dilakukan melalui peningkatan stok di titik rawan permintaan, penyediaan stok konsinyasi, serta pengawasan mutu di SPBU untuk mencegah adanya produk tidak sesuai standar.

Baca Juga: Pertamax Green 95 Jadi Komitmen Pertamina Kurangi Emisi Karbon

Patra Niaga juga menyediakan berbagai layanan pendukung di jalur tol, rute wisata, dan lintas utama.

Layanan tersebut meliputi 1.866 SPBU yang buka 24 jam, 57 titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga, serta 188 unit Motorist/Pertamina Delivery Service untuk membantu konsumen secara cepat.

Selain itu disiagakan 1.819 layanan Bright Gas Delivery Service, 6.154 agen LPG, 209 mobil tangki siaga, serta 26 unit Serambi MyPertamina untuk lokasi istirahat pengendara.

Dari aspek logistik laut, Subholding Pertamina International Shipping (PIS) memastikan ratusan armada kapal siap mendukung distribusi energi.

PIS menyiapkan 332 kapal baik untuk operasi domestik maupun internasional, ditambah 331 kapal yang dikelola PT Pertamina Trans Kontinental untuk mendukung layanan perkapalan dan marine di pelabuhan.

Pada sektor gas, Subholding Gas melalui PT Pertamina Gas Negara (PGN) menjamin keandalan jaringan distribusi gas yang mencakup lebih dari 817 ribu sambungan rumah tangga, 34.000 km jaringan pipa, tiga terminal LNG, serta 16 SPBG dan MRU.

Pemanfaatan LNG di FSRU Lampung pun dijaga agar pasokan gas untuk pembangkit PLN tetap stabil, selaras dengan terpenuhinya kebutuhan LPG nasional.

Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) juga memastikan pasokan energi terbarukan untuk mendukung kebutuhan listrik selama libur akhir tahun.

Baca Juga: Update Harga BBM Non-Subsidi Oktober 2025: Dexlite dan Pertamina Dex Naik Lagi, BBM Swasta Ikut Terkerek: Siap-Siap Dompet Makin Tipis!

Kontribusi energi bersih Pertamina mencakup pasokan dari Jawa Satu Power, wilayah panas bumi Kamojang dan Karaha, serta suplai listrik bagi sejumlah wilayah seperti Lampung, Sulawesi Utara–Gorontalo, Sumatera Selatan, hingga KEK Sei Mangke di Sumatera Utara.

Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina sekaligus Dewan Pengarah Satgas Nataru, Jaffee Arizon Suardin, menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas tertinggi perusahaan.

Menurutnya, keberadaan Satgas mencerminkan komitmen Pertamina dalam memberikan layanan terbaik secara profesional dan penuh kepedulian.

“Pertamina harus melayani dengan tulus. Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan energi masyarakat mulai dari BBM, LPG, hingga energi lainnya tersedia tanpa hambatan. Ini adalah bentuk pengabdian Pertamina dalam memberikan pelayanan dengan sepenuh hati,” ujarnya.

 

Editor : Ali Mustofa
#BBM #pertamax #masyarakat #pasokan energi #pertamina