BANDUNG – Puluhan peserta aksi dilaporkan mendapatkan perawatan di Aula Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba), Kota Bandung, Jumat (29/8).
Namun, pihak rektorat Unisba menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak pernah memasuki lingkungan kampus saat kericuhan pecah di kawasan Jalan Tamansari, Senin (1/9) malam sekitar pukul 23.30 WIB.
Rektor Unisba, Harits Nu’man, membantah isu yang beredar di media sosial mengenai TNI-Polri yang disebut menerobos masuk ke area kampus untuk membubarkan massa aksi.
Baca Juga: Bukan Soal Jabatan, Ini Delapan Tanda Pemimpin yang Belum Pantas Disebut Pemimpin
“Berdasarkan laporan internal dan pantauan langsung melalui CCTV, tidak terlihat adanya aparat, baik berseragam maupun berpakaian sipil, yang masuk ke dalam kampus. Yang ada hanyalah demonstran yang berlarian ke dalam setelah terjadi penyisiran,” ujar Harits di Bandung, Selasa (2/9), dikutip dari Antara.
Ia menambahkan, posko medis yang sempat beroperasi di Unisba telah ditutup lebih awal pada pukul 21.00 WIB, sehingga tidak ada lagi penanganan korban ketika kericuhan berlangsung.
Pernyataan senada juga datang dari Kepolisian Daerah Jawa Barat. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan kabar bahwa polisi menyerbu ke dalam kampus tidak benar.
Menurutnya, gas air mata yang sampai ke area Unisba terbawa angin setelah ditembakkan di jalan raya untuk membubarkan massa.
Hendra menjelaskan, kericuhan berawal ketika patroli gabungan TNI-Polri menemukan adanya aksi pembakaran ban, tumpukan batu, serta barikade di kawasan Tamansari.
Sekelompok orang berpakaian hitam yang diduga kelompok anarko disebut mencoba memancing aparat agar masuk ke dalam lingkungan kampus.
“Mereka sengaja membuat skenario provokasi dengan harapan petugas terjebak dan melakukan penyerangan ke dalam kampus Unisba,” terang Hendra dalam keterangan resminya, Selasa (2/9).
Baca Juga: Mengenal Profil Acil Bimbo yang Tutup Usia: Jejak Hidup hingga Peduli Budaya
Sebelumnya, beredar luas video di media sosial yang memperlihatkan aparat kepolisian disebut menyerang kampus Unisba dan Universitas Pasundan (Unpas) dengan gas air mata dan peluru karet pada Senin malam.
Rekaman itu juga memperlihatkan deretan truk polisi beserta puluhan personel bersenjata lengkap yang berjaga di depan kampus.
Beberapa unggahan warga sekitar Unisba menampilkan adanya orang berpakaian sipil membawa senjata tumpul di antara barisan polisi.
Perekam video bahkan sempat menegaskan dirinya hanya warga biasa yang menjaga lingkungan agar tidak ikut menjadi sasaran.