Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kabar Duka! Faisal Basri, Ekonom Senior yang Kritis Terhadap Kebijakan Ekonomi Pemerintah Meninggal Dunia

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 5 September 2024 | 16:30 WIB

 

Faisal Basri
Faisal Basri

Radar Kudus - Pengamat ekonomi dan politik, Faisal Basri, meninggal dunia pada Kamis, 5 September 2024, pukul 03.50 WIB di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta.

Faisal yang berusia 65 tahun wafat akibat serangan jantung setelah sebelumnya menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit.

Kabar duka ini diterima dari pesan keluarga yang menginformasikan bahwa almarhum meninggalkan istri, Syafitrie Nasution, dan tiga anak.

Jenazah Faisal Basri rencananya dimakamkan di TMP Menteng Pulo setelah salat Asar di Masjid Az Zahra, Tebet, Jakarta Selatan.

Faisal juga memiliki riwayat penyakit diabetes, yang memperburuk kondisinya setelah mengalami kelelahan usai bertemu dengan petani di Sumatera Utara.

Sosok Faisal Basri

Faisal Basri dikenal sebagai ekonom senior yang kerap melontarkan kritik terkait berbagai kebijakan ekonomi pemerintah.

Sepanjang kariernya, ia menjadi salah satu tokoh yang aktif dalam memberikan pandangan kritis terkait isu-isu ekonomi nasional.

Faisal juga pernah menerima penghargaan Pejuang Anti Korupsi pada tahun 2003 atas kontribusinya dalam melawan praktik korupsi di Indonesia.

Selain itu, Faisal tetap aktif menulis dan memberikan kontribusi pemikiran di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) hingga minggu terakhir sebelum wafatnya.

Kritik Terhadap Utang Negara

Salah satu kritik Faisal yang menonjol adalah terkait peningkatan utang pemerintah di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam wawancara terakhirnya pada 27 Agustus 2024, Faisal menyoroti bahwa utang negara naik 3,3 kali lipat sejak tahun 2014, yang menurutnya merupakan kenaikan terbesar setelah krisis ekonomi.

Meski utang tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur, Faisal mempertanyakan efektivitasnya karena pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap bertahan di angka 5%, jauh dari target 8% yang dicanangkan pemerintah.

Dia juga memperingatkan bahwa beban bunga utang negara terus meningkat dan dikhawatirkan akan menciptakan krisis di masa depan jika tidak segera ditangani.

Keterlibatan dalam Pembubaran Petral

Faisal Basri juga dikenal sebagai tokoh utama dalam pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral), yang diduga menjadi sarang mafia migas.

Pada tahun 2014, Faisal dipercaya memimpin Tim Reformasi Tata Kelola Migas, yang bertugas menyelidiki praktik-praktik curang dalam impor bahan bakar minyak di Indonesia.

Tim yang dipimpin Faisal menemukan banyak masalah dalam proses tender yang dijalankan oleh Petral, termasuk adanya agen pihak ketiga yang diduga mengambil keuntungan dari impor minyak tersebut.

Hasil investigasi ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk membekukan Petral pada Mei 2015.

Dedikasi Terhadap Reformasi Tata Kelola Migas

Selama menjalankan tugas di Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal dan tim bekerja keras selama enam bulan penuh untuk mengungkap praktik mafia migas.

Mereka memberikan tiga rekomendasi penting kepada pemerintah untuk memperbaiki sistem impor BBM dan tata kelola industri migas di Indonesia.

Dedikasi Faisal dalam menjalankan tugas tersebut diakui oleh banyak pihak, meskipun dia mengaku bahwa pekerjaannya sering mengganggu pola hidupnya.

Dalam sebuah wawancara, Faisal mengungkapkan bahwa ia sering bekerja hingga larut malam dan bahkan tidak tidur untuk memastikan tugasnya selesai dengan baik.

Warisan Faisal Basri

Kepergian Faisal Basri meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, terutama mereka yang mengenalnya sebagai ekonom yang tegas dan berintegritas.

Selain kontribusinya dalam bidang ekonomi, Faisal juga dikenang sebagai sosok yang sederhana dan humoris. Dalam wawancara terakhirnya, ia sempat bercanda tentang statusnya sebagai "ekonom senior" dengan menyebut dirinya "ekonom tua," yang mengundang tawa.

Meski telah tiada, pemikiran dan kritik Faisal Basri terhadap kebijakan ekonomi Indonesia tetap relevan dan akan terus diingat sebagai bagian penting dari perjalanan ekonomi negara ini.

Editor : Abdul Rokhim
#faisal basri meninggal dunia #penyebab faisal basri meninggal #dimana faisal basri dimakamkan #ekonom faisal basri #pemakaman faisal basri #Selamat Jalan Faisal Basri #Pengamat ekonomi Faisal Basri #faisal basri #faisal basri meninggal #Ekonom Senior Faisal Basri