RADAR KUDUS – Sebuah video yang menampilkan para perempuan muda sedang joget viral di media sosial Twitter pada Selasa (13/8/2024).
Video tersebut ditampilkan para peserta karnaval berkerudung hitam melakukan aksi joget pargoy.
Potongan video tersebut mengundang banyak komentar dari para netizen.
Aksi sekelompok perempuan muda itu dinilai tidak pantas.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Potensi Besar Gempa Besar Dipicu Dua Megathrust di Indonesia, Begini Penjelasannya!
Baca Juga: Tema dan Makna Logo Hari Pramuka 2024, Ternyata Ada Filosofinya, Begini Penjelasannya
Hal ini dapat dilihat dari postingan akun @Fiannan*** yang kemudian mendapat lebih dari 2397 komentar quotes, 208 repost dan lebih dari 3,7 juta views.
“Ga perlu ditanya dong ini dimana,” tulis akun @Fiannan*** bersama dengan video yang menampilkan video tari tersebut.
Baca Juga: Waspadalah, Gempa Dahsyat Megathrust Diprediksi akan Melanda Indonesia, Ini Penjelasannya
Baca Juga: Jokowi Pimpin Sidang Kabinet Pertama di IKN, Sebut Kualitas Udara yang Sejuk
Diduga, tarian itu dilakukan dalam sebuah karnaval memperingati hari kemerdekaan atau agustusan.
Para netizen menyebut acara itu berlangsung di sebuah Kabupaten di Jawa Timur.
“Agustus gak keroso (tidak terasa--red) agustusan, Ganok (tidak ada—red)merdeka-merdeka e blass, Krisis identitas, hilang jati diri, generasi tak berbudaya,” komentar akun @panca***.
Baca Juga: Daftar Kerja di BUMN, Wanita di Bogor Ini Malah Jadi Korban Pinjol, Begini Kasusnya
“Apa gak malu??? Pake kerudung pula,” tulis komentarakun @kodzuke*****.
“…Jujur kalo karnaval yang ngadainnya desa atau ormas gue beneran ga mau nonton karena isinya ya kayak begini, bikin muak. Karnaval 17-an kok begini?..lebih pilih nonton karnavalnya anak SD, SMP, SMA yang udah jelas bagusnya,” tulis akun @zoeha****.
Baca Juga: Buntut Penangkapan Teroris di Stasiun Solo, Pelanggan Minta KAI Pasang Metal Detector Demi Keamanan
Baca Juga: Kalender Jawa Agustus 2024 untuk Menghitung Hari Baik, Lengkap dengan Weton dan Penggalan Hijriyah
“Kayak gitu di Kabupaten, desa-desa gitu. Di aku juga banyak kayak gitu. Gak malus ama hijabnya, mana pakaiannya adat Bali yang notabenenya itu baju buat sembahyang agama Hindu. Secara gak langsung mereka menistakan 2 agama sekaligus,” tulis akun @urtra******.
Editor : Noor Syafaatul Udhma