Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terbentur Masalah Lahan, Potensi Pelabuhan Sluke Rembang belum Maksimal

Abdul Rokhim • Selasa, 22 Maret 2022 | 22:55 WIB
MULAI BEROPERASI: Kapal pengisi gas melakukan bongkar di pelabuhan Tanjung Bonang menuju stasiun pengisian elpiji PT Heksa Energi Mitraniaga (HEMA). (DOK.RADAR KUDUS)
MULAI BEROPERASI: Kapal pengisi gas melakukan bongkar di pelabuhan Tanjung Bonang menuju stasiun pengisian elpiji PT Heksa Energi Mitraniaga (HEMA). (DOK.RADAR KUDUS)
REMBANG – Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke berpotensi menjadi pelabuhan multipurpose atau multi guna. Sayangnya, masalah status lahan hingga Senin (21/3) masih belum clear dan konstruksi masih belum memenuhi keselamatan. Sehingga, potensi pelabuhan belum terserap secara maksimal.

Namun begitu, Kepala Kantor Unit penyelenggara Pelabuhan Kelas III Rembang Ansori optimistis pelabuhan Tanjung Bonang Sluke akan segera beres agar potensinya dapat digarap dengan baik. “Alhamdulillah pelabuhan tersebut sudah ada progres berbentuk dokumen. Yakni RIP (Rencana Induk Pelabuhan). Terutama terminal Sluke jangka pendek, menengah dan panjang,” katanya.

Menurut Ansori pelabuhan sluke memiliki potensi besar sekali. Pertama potensi, sebab letak geografis strategis. “Pelabuhan, keluar dari pelabuhan jalan raya. Pengembangan pelabugan harus didukung infrastruktur daratnnya,” ujarnya, Jawa Pos Radar Kudus, Kemarin (21/3)

Selanjutnya potensi kedalaman. Disitu sudah mencapai 6 meter. Bahkan kalau di reklamasi ke arah utara sudah mencapai 10 meter lebih. Inilah cikal bakal pelabuhan Sluke menjadi multipurpose, kegiatan-kegiatan tidak hanya kapal kargo. Tetapi juga untuk pintu gerbang kapal-kapal penumpang. Di samping kargo nanti berkembangnya industri pemuatan tidak lagi sistem kemasannya seperti sekarang. Nanti peti kemas,” ujarnya.

”Jadi kegiatan produksi, barang sudah diproduksi dan ditaruh peti kemas. Lalu diangkut memakai tracking menuju pelabuhan berbentuk peti kemas. Dari pelabuhan ke kapal juga peti kemas. Tinggal muat tidak dibongkar lagi sampai pelabuhan tujuan. Itu pun dalam bentuk barang tetap dipeti kemas,” imbuhnya.

Perhitungannya menjadi murah. Barang mutunya terlindungi. “Jadi mutunya masih bagus. Tidak berpindah-pindah. Posisi barang dipetik kemas. Itulah gambaran pelabuhan Sluke jangka menengah dan panjang,” ujarnya.

Kemudian pelabuhan Sluke penyangga. Pelabuhan utama Surabaya dan Semarang. Posisinya ditengah-tengah. Strategis sekali. Dibanding sekutar pelabuhan. Lalu pelabuhan Sluke di Kabupaten Rembang menurutnya pas. Penataan ekonomi Provinsi Jateng tidak lagi andalkan pelabuhan Semarang, tetapi sudah ada pelabuhan Rembang.

”Adanya pelabuhan dampaknya luar biasa. Industri akan bermunculan di sekitar pelabuhan. Karena angkutan murah. Sekali angkut ratusan ton bahkan ribuan ton. Lalu mengurangi kepadatan dan mengurai angkutan jalan,” tandasnya.

Lebih-lebih tambang-tambang di Rembang potensi sekali. Ada lipstun, korel, batu. Informasi juga ada batubara muda. Sekarang sudah beberapa pengapalan dikirim ke Jepara. Membantu pembangkit yang ada di sana.

“Hanya saja ada kekurangannya yang jelas segera clear terkait lahan. Saat ini masih tarik menarik. Kedua konstruksi masih belum memenuhi keselamatan. Masih hamparan tanah reklamasi,” bebernya.

Sebenarnya kalau dilihat fungsi pelabuhan belum memenuhi syarat. Jadi pelabuhan itu harus memenuhi keselamatan pelayaran. Dari konstruksi dermaga harus beton cor. Kemudian alat pembongkarannya sudah sesuai standar.

“Tidak lagi manual memakai bego atau truk. Jadi truk tidak masuk ke kapal, tetapi di bibir dermaga. Jadi luar biasa menurut pandangannya. Mudah-,mudahan dengan dukungan dari semua pihak terutama media bisa promosikan ini. Sebagai market secara tidak langsung. Bahwa

Sluke pelabuhan yang berpotensi sekali. Karena dalam kuran waktu 5 bulan dapat merasakan. Bahkan terkait pendapatan Negara bukan pajak yang semula Rp 3 miliar sekarang Rp 5 miliar lebih untuk disetor kas negara,” imbuhnya. (noe/ali) Editor : Abdul Rokhim
#pelabuhan tanjung karang sluke #potensi pelabuhan sluke #rembang #pelabuhan sluke rembang #pelabuhan sluke