Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mencoba Terapi Kretek-Kretek di Kudus, Lancarkan Darah dan Bikin Otot Rileks, Ini Lokasinya

Kholid Hazmi • Sabtu, 12 November 2022 | 16:02 WIB
KRETEK-KRETEK: Pasien dari Semarang Alfando menjalani terapi kretek-kretek di kediaman Robertus Fega di Jalan GOR Wergu Wetan, Kota, Kudus. Robertus Fega saat mengajar tairopractice di Surabaya baru-baru ini. (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)
KRETEK-KRETEK: Pasien dari Semarang Alfando menjalani terapi kretek-kretek di kediaman Robertus Fega di Jalan GOR Wergu Wetan, Kota, Kudus. Robertus Fega saat mengajar tairopractice di Surabaya baru-baru ini. (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)
KUDUS - Terapi kretek-kretek saat ini sedang diincar oleh berbagai kalangan. Terutama yang sedang mempunyai masalah tulang punggung. Satu-satunya terapis kretek-kretek di Kudus Robertus Fega mengatakan, istilah terapi kretek-kretek ini istilah Indonesia dari nama terapi yang sebenarnya tairopractice.

Ia mengatakan, istilah terapi kretek-kretek juga biasa disebut chiropractice. Chiropractice sendiri berasal dari Amerika Serikat. ”Saya pakainya tairoparactice, karena guru saya asal Thailand. Tairopractice sendiri ada proses pelemasan otot terlebih dahulu. Kalau chiropractice tidak ada,” katanya.

Dia menjelaskan, terapi kretek-kretek sendiri diperlukan untuk beberapa keluhan. Di antaranya masalah stroke ringan, pelo, penderita parkinson (ndredek terus) dengan langkah kecil, saraf kejepit, serta sakit punggung dan pinggang.

”Kebanyakan pasien saya mengeluhkan masalah punggung. Terutama yang masih muda-muda. Terapi ini sendiri bisa untuk pasien dengan usia 5 hingga 70 tahun,” jelasnya.

Hal-hal khusus yang perlu dipersiapkan pasien sebelum dan sesudah terapi pun tidak ada. Namun, ia mengimbau setelah terapi, pasien bisa melakukan stretching ringan di rumah. Terutama setelah bangun tidur.

”Sehari saya batasi melayani 10 hingga 15 pasien. Dengan catatan sudah booking terlebih dahulu. Saya buka praktik Senin sampai Jumat buka pukul 09.00-17.00 dan Sabtu buka pukul 09.00-16.00,” ungkap Robertus yang membuka praktik di Jalan Gor Wergu Wetan Kudus itu, tepatnya di barat GOR.

Dia menambahkan, ada hal-hal sepele yang sering dilakukan kebanyakan orang, sehingga menyebabkan punya masalah punggung. Di antaranya sering menaruh dompet di saku belakang celana. Jadi, saat orang itu duduk pasti akan timpang, karena kejanggal dompet. Maka, kebiasaan macam itu akan mempengaruhi bentuk tulang belakang.

Selain itu, orang yang suka nongkrong, nge-game, atau pekerja kantoran (yang setiap harinya berhadapan komputer) kebanyakan posisi duduknya juga salah. Dia lalu mencontohkan kebiasaan orang Jepang dan Thailand yang kebetulan pernah ia kunjungi.

”Mereka kalau tidur pakai matras. Itu yang membuat tulang mereka lurus dan bagus. Sedangkan kita tahu, orang Indonesia suka pakai Kasur atau springbed empuk yang sebenarnya dapat mempengaruhi tulang punggung,” tambahnya.

Alfando, 24, salah satu pasien mengaku tahu terapi ini dari teman. ”Saat itu teman saua menyarankan di terapi kretek-kretek di Semarang. Ternyata waiting list-nya lama. Terus nyari di Kudus. Ternyata ada,” ucapnya.

Ia mengeluhkan masalah punggung. Ia terbiasa membungkuk, karena sering duduk menghadap komputer. Akhirnya sering pegal-pegal. Baru kali pertama ini mencoba. Setelah diterapi ia mengaku rasanya enak. Plong.

”Rasanya agak anget,” katanya. Kemudian Fega menimpali, jika rasa anget itu disebabkan aliran darah yang terbuka semua. ”Jadi pasien akan terasa lebih enteng,” imbuhnya. (ark/lin) Editor : Kholid Hazmi
#pijat kretek kretek #terapi kretek kretek di jepara #terapi kretek kretek #terapi kretek kretek di kudus #manfaat kretek kretek