KUDUS – Jenang Kudus, kuliner manis khas Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, jadi oleh-oleh khas. Terutama warga luar kota yang datang ke kota itu.
Terbuat dari bahan-bahan sederhana namun diolah dengan cara tradisional, jenang ini memiliki tekstur kenyal dan cita rasa legit yang khas.
Menurut para peracik bahan jenang di daerah Kaliputu, pusat industri jenang di Kudus, proses pembuatan jenang masih mempertahankan resep turun-temurun. Sebagian sudah ada dimodifikasi dengan varian rasa. Agar menarik konsumen.
Bahan-bahan jenang meliputi beras ketan, santan kelapa, gula merah, dan gula pasir.
Kadang-kadang ditambahkan juga daun pandan untuk aroma serta sedikit garam untuk menyeimbangkan rasa.
Proses pembuatan jenang dimulai dengan merendam beras ketan semalaman, lalu digiling halus hingga menjadi tepung. Tepung ini kemudian dimasak bersama santan, gula merah, dan gula pasir dalam kuali besar selama berjam-jam dengan adukan terus-menerus agar tidak gosong. Ketelatenan dan kesabaran menjadi kunci utama menghasilkan jenang berkualitas tinggi.
“Jenang dimasak bisa sampai delapan jam lamanya, tergantung tekstur yang diinginkan,” ujar Slamet Riyadi, salah satu pengusaha jenang asal Kudus, Rabu (23/7).
Setelah matang dan mengental, jenang didinginkan lalu dipotong kecil-kecil sebelum dibungkus dengan plastik atau kertas minyak. Untuk penyajian, jenang biasanya disajikan dalam potongan kecil sebagai camilan atau hidangan penutup. Di beberapa kesempatan tradisional, jenang juga digunakan sebagai sajian doa atau sedekah, seperti saat acara selamatan atau Maulid Nabi.
Kini, jenang Kudus tidak hanya dinikmati oleh warga lokal, tetapi juga telah menjangkau pasar nasional bahkan internasional. Dengan kemasan yang semakin modern, jenang Kudus tetap mempertahankan rasa otentik yang menjadi identitas kuliner dari Kota Santri.
Editor : Zainal Abidin RK