Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemkab Kudus Luncurkan Logo HUT ke-477, Angkat Nilai Kebersamaan dan Budaya Lokal

Ali Mustofa • Senin, 25 Mei 2026 | 13:08 WIB
LOGO BARU: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris (tengah) memegang kaos dengan gambar Logo Hari Jadi ke 477 Kudus bersama Plh Disbudar Kudus Teguh Riyanto (kiri) dan Sekda Kudus Eko Djumartono (kanan) di Pendapa Kudus. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
LOGO BARU: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris (tengah) memegang kaos dengan gambar Logo Hari Jadi ke 477 Kudus bersama Plh Disbudar Kudus Teguh Riyanto (kiri) dan Sekda Kudus Eko Djumartono (kanan) di Pendapa Kudus. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus secara resmi memperkenalkan logo Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus dalam sebuah acara yang digelar di Alun-alun Simpang Tujuh, pada (24/5).

Peluncuran tersebut berlangsung meriah dan turut dirangkaikan dengan Festival Tari Lajur Caping Kalo yang menyedot perhatian masyarakat.

Perayaan tahun ini mengangkat tagline “Urup Nguripi” yang dimaknai sebagai semangat kehidupan yang menyala dan memberi manfaat bagi sesama.

Nilai tersebut dianggap mencerminkan karakter masyarakat Kudus yang dinamis, rukun, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat di berbagai bidang kehidupan.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan bahwa slogan tersebut menggambarkan filosofi hidup masyarakat Kudus yang tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Ia menyebut konsep tersebut sejalan dengan nilai Gusjigang yang telah melekat dalam identitas daerah.

Logo Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus sendiri didesain dengan dominasi warna oranye, biru, dan hijau yang membentuk angka 477.

Di dalamnya juga terdapat elemen visual seperti api, gerbang, menara, masjid, hingga tugu rokok yang menjadi simbol khas daerah.

Menurut Bupati, kombinasi warna dan simbol tersebut merepresentasikan kebersamaan serta harmoni masyarakat Kudus yang hidup dalam keberagaman keyakinan, budaya, dan latar belakang sosial.

Semua unsur tersebut menyatu dalam satu semangat membangun daerah.

Makna “Urup Nguripi” juga dipertegas sebagai api kehidupan yang melambangkan energi kolektif masyarakat untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Hal ini sekaligus memperkuat identitas Kudus sebagai Kota Kretek, Kota Industri, Kota Santri, hingga Kota Empat Negeri.

Sam’ani juga menegaskan bahwa sektor industri dan investasi memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kudus.

Keberadaan berbagai perusahaan di daerah ini diharapkan mampu memberikan manfaat luas bagi warga.

Julukan Kota Empat Negeri sendiri merujuk pada sejarah panjang akulturasi budaya yang hidup berdampingan di Kudus, yakni perpaduan etnis Jawa, Tionghoa, Arab, dan Eropa yang membentuk karakter sosial masyarakat hingga saat ini.

Selain unsur api, logo juga menampilkan motif ukiran gebyok khas Kudus yang menjadi identitas budaya lokal.

Meski ukiran sering diasosiasikan dengan Jepara, Kudus juga memiliki gaya ukiran tersendiri yang masih lestari di berbagai rumah tradisional masyarakat.

Di usia ke-477 ini, Pemerintah Kabupaten Kudus menargetkan berbagai peningkatan pembangunan, mulai dari penurunan angka kemiskinan, penurunan stunting, pengurangan pengangguran, pemberantasan pungli, hingga upaya membawa budaya lokal ke tingkat global.

Editor : Ali Mustofa
#filosofi hidup #pemkab kudus #akulturasi budaya #bupati kudus