KUDUS – Peristiwa penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap seorang siswa SMK di Kudus menuai kecaman dari berbagai pihak.
Aparat penegak hukum didesak segera mengungkap dan menuntaskan kasus tersebut hingga ke akar-akarnya.
Kuasa hukum korban, Yusuf Istanto, menegaskan bahwa insiden ini menyebabkan korban berinisial M mengalami luka serius berupa sayatan di punggung akibat serangan sekelompok pelajar.
Kejadian bermula saat korban bersama teman-temannya dalam perjalanan pulang sekolah.
Di sekitar pertigaan Poh Dengkol, Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, mereka dihadang dua sepeda motor yang ditumpangi para pelaku yang membawa parang dan cutter.
Menurut keterangan, jumlah pelaku diduga tiga orang yang berboncengan menggunakan dua kendaraan.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bacok sepanjang sekitar 15 sentimeter di bagian punggung.
Dua rekan korban juga mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan di Puskesmas Rejosari.
Korban disebut tidak mengenal para pelaku dan tidak memiliki persoalan pribadi. Dugaan sementara, insiden dipicu saling ejek di media sosial antara kakak kelas korban dengan kelompok pelaku, sehingga korban diduga menjadi sasaran yang keliru.
Pihak kuasa hukum telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Kudus untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban.
Saat ini, M masih menjalani perawatan intensif di ruang PICU-NICU RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
Sebagai bentuk kepedulian, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turut menjenguk korban di rumah sakit.
Ia meminta kepolisian bergerak cepat menangkap pelaku dan menuntaskan kasus kekerasan tersebut.
Saat kunjungan berlangsung, kondisi korban dilaporkan mulai menunjukkan perbaikan.
Bupati juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mengawasi pergaulan pelajar agar kejadian serupa tidak terulang.
Ia menegaskan bahwa Kudus dikenal sebagai kota santri dan religius, sehingga kekerasan di kalangan pelajar harus menjadi perhatian bersama.
Pemerintah Kabupaten Kudus berencana menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menindaklanjuti kasus ini.
Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku yang terlibat. (gal)