KUDUS – Indonesia pada Rabu (25/3) berduka atas kepergian salah satu tokoh terkaya nasional, Michael Bambang Hartono, yang dimakamkan di Kabupaten Rembang.
Prosesi ini menandai akhir perjalanan panjang seorang konglomerat yang selama bertahun-tahun berada di jajaran teratas orang terkaya di Indonesia.
Sejak pagi, suasana haru menyelimuti misa pelepasan yang digelar pukul 08.00 WIB di GOR Djarum Jati, Kudus.
Setelah itu, jenazah diberangkatkan menuju Makam Keluarga Godo di Desa Punjulharjo.
Upacara pemakaman dimulai sekitar pukul 10.40 WIB dan berlanjut dengan prosesi pemakaman pada pukul 11.00 WIB.
Selama tiga hari masa persemayaman di GOR Djarum Jati, ribuan pelayat dari berbagai lapisan masyarakat datang memberikan penghormatan terakhir.
Kehadiran mereka mencerminkan besarnya pengaruh almarhum, bukan hanya dalam dunia usaha, tetapi juga dalam kehidupan sosial.
Semasa hidup, Bambang Hartono dikenal sebagai sosok penting di balik kejayaan Djarum Group.
Ia berhasil membawa perusahaan tersebut berkembang menjadi konglomerasi besar dengan ekspansi di berbagai sektor strategis.
Salah satu langkah pentingnya adalah investasi di Bank Central Asia, yang kini tumbuh menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia sekaligus menjadi sumber utama kekayaan keluarga Hartono.
Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia secara konsisten menduduki peringkat teratas daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes, dengan total kekayaan keluarga mencapai sekitar US$ 43,8 miliar.
Secara pribadi, kekayaan Michael Bambang Hartono diperkirakan mencapai US$ 17,5 miliar atau setara Rp 297 triliun per Maret 2026.
Di luar dunia bisnis, almarhum juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial melalui Djarum Foundation, serta berperan besar dalam pembinaan olahraga melalui PB Djarum.
Dedikasinya di berbagai bidang menjadikan namanya dikenang luas oleh masyarakat. (dik)
Editor : Ali Mustofa