KUDUS - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng terus mengupayakan modifikasi cuaca di wilayah Muria Raya.
Operasi modifikasi cuaca ini dilaksanakan mulai 15 Januari hingga 19 Januari mendatang.
Koordinator BMKG Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto menyampaikan, terus mengupayakan untuk mengurangi curah hujan yang ekstrem turun di wilayah Jawa Tengah, terutama Muria.
Operasi modifikasi cuaca ini dilaksanakan 15-19 Januari.
Goeroeh menyebut, operasi modifikasi cuaca ini kemungkinan bisa diperpanjang. Hal ini melihat kondisi laporan curah hujan yang turun nantinya
”Kemungkinan bisa diperpanjang, kami melihat dulu cuaca tiga hari ke depan bagaimana,” katanya.
Rekayasa cuaca ini adalah bentuk upaya memanajemen hujan turun.
Saat ini angin yang datang ke Jawa Tengah datang dari Asia. Angin masuk dari arah barat dan utara ke Jateng.
Untuk menghalau awan yang masuk ke daratan, pihaknya menaburkan garam. Dengan harapan hujan turun di lautan dan masuk ke daratan.
”Dengan hujan turun ke lautan itu, kami memberikan imbauan agar nelayan tidak melaut terlebih dahulu,” katanya.
BMKG memprediksi curah hujan akan turun hingga Januari. 80 persen wilayah Jateng akan mengalami puncak musim hujan di bulan Februari mendatang.
Oleh sebab itu, BMKG Jateng mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat curah hujan tinggi. Apalagi wilayah yang berpotensi terdampak banjir.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Letjen TNI Suharyanto terus berupaya menanggulangi bencana hidrometeorologi yang melanda di Kudus, Jepara, dan Pati.
Upaya jangka pendek dilakukan dengan cara modifikasi cuaca di Jateng. Satu unit pesawat diterjunkan untuk melakukan operasi modifikasi cuaca tersebut.
”Ada satu pesawat dilakukan operasi modifikasi cuaca. Mudah-mudahan cuaca mendung, semoga tidak hujan serta tidak menambah debit dari atas,” katanya.
Diketahui, BNPB melakukan kunjungan ke posko pengungsian di Aula DPRD Kudus, Jumat (16/1).
Dalam kunjungannya tersebut dia menyerap aspirasi para pengungsi untuk penanggulangan banjir.
Salah satu usulan pengungsi adalah upaya normalisasi Sungai Juana. Langkah normalisasi ini perlu dilakukan agar bencana banjir tidak melanda setiap tahunnya. (gal)
Editor : Ali Mustofa