KUDUS - Sebuah rumah milik Ahmad Khosim, 68 di RT /7 Desa Purwosari rubuh, Jumat (9/1) malam.
Rubuhnya rumah tersebut dikarenakan intensitas hujan yang tinggi dan mengakibatkan luapan Sungai Gribigan yang berada di belakang rumah Khosim.
Kondisi terkini tembok rumah belakang rumah Khosim rubuh. Begitu juga talud Sungai Gribigan tersebut.
Sementara itu tembok rumah yang rubuh tersebut berada di ruang kamar dan ruang tamu. Tembok yang rubuh kurang lebih sepanjang 10 meter.
Pemilik rumah Ahmad Khosim menuturkan kejadian tersebut berlangsung begitu cepat.
Tembok rumahnya rubuh sekitar pukul 19.00. Saat itu dia tengah tertidur sementara anaknya berada di ruang tamu.
Tembok belakang rumah yang ditinggali tiga orang tersebut tersapu arus air anak Sungai Gribigan yang cukup kencang.
"Saat itu hujan begitu deras dan sungai di belakang rumah meluap dan menggerus tembok bagian belakang rumah," Katanya.
Khosim menambahkan, usai kejadian tersebut keluarganya langsung dievakuasi ke rumah tetangganya.
Meski hujan berangsur reda, Khosim tetap terjaga pada malam itu. Dia mengaku tidak tidur dan lebih menjaga kondisi rumahnya.
"Saya ga tidur tadi malam, karena takut ada longsor susulan di bagian belakang rumah," jelasnya.
Kejadian tersebut baru terjadi sekarang ini. Meski tidak ada korban jiwa, namun surat berharga seperti KTP, KK, Akte kelahiran, dan kartu BPJS ikut tersapu banjir.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris meninjau lokasi rubuhnya rumah, Sabtu (10/1) pagi.
Langkah cepat berupa pemberian bantuan seperti material bangunan disalurkan oleh Pemkab Kudus.
"Nanti dari pihak RT saya minta untuk melakukan kerja bakti pembenahan rumah di bagian belakang," ungkapnya.
Sam'ani mengucapkan duka yang mendalam usai kejadian itu. Dia meminta pemilik rumah lebih berhati-hati mengingat intensitas hujan yang tinggi masih terjadi. (gal)
Editor : Ali Mustofa