KUDUS – Program Subsidi Tepat Pembelian BBM menggunakan QR Code terus menunjukkan dampak positif dalam peningkatan ketepatan distribusi BBM bersubsidi.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyebut digitalisasi penyaluran ini sebagai langkah maju yang membawa efisiensi sekaligus transparansi lebih kuat.
Taufiq menjelaskan, integrasi pembelian BBM bersubsidi dengan identitas kendaraan dan pemilik melalui QR Code mampu mengatasi kelemahan model subsidi konvensional.
Sistem kini dapat mendeteksi anomali seperti frekuensi pembelian berlebihan, lonjakan volume, hingga pola transaksi tidak wajar secara real-time.
“Dengan sistem yang lebih presisi, potensi kebocoran dapat ditekan dan subsidi benar-benar diterima mereka yang berhak,” ungkapnya.
Ia menilai, kehadiran sistem digital menjadikan proses pengawasan jauh lebih mudah dan akuntabel.
Tidak hanya memperbaiki ketepatan sasaran, inovasi ini juga menciptakan trust baru antara masyarakat dan pemerintah dalam pengelolaan subsidi energi.
Model ini dinilai lebih adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus menjadi pondasi bagi kebijakan energi yang lebih berkeadilan.
Lebih lanjut, Taufiq menekankan bahwa digitalisasi penyaluran subsidi akan berjalan optimal berkat sinergi antarinstansi.
Dukcapil, Korlantas, dan Pertamina disebut telah memperkuat koordinasi pembaruan dan sinkronisasi data agar layanan berjalan lancar.
Menurutnya, integrasi ini merupakan contoh baik bagaimana kolaborasi lintas lembaga dapat menghadirkan pelayanan publik yang modern dan pro-rakyat.
Meski digital, Taufiq memastikan akses masyarakat tetap menjadi prioritas.
Pertamina bersama pemerintah terus menyediakan jalur layanan langsung di SPBU bagi warga yang belum memiliki perangkat teknologi atau terbatas akses internetnya.
Pendekatan hybrid service ini dinilai sebagai solusi inklusif agar transformasi digital dapat dirasakan secara merata.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang semakin adaptif dengan penggunaan QR Code.
Data menunjukkan peningkatan signifikan jumlah pendaftar dan pengguna aktif, yang berbanding lurus dengan peningkatan akurasi distribusi.
“Partisipasi masyarakat membuat program ini berjalan lebih optimal. Ini bukti bahwa digitalisasi bisa menjadi jembatan yang memudahkan, bukan menghalangi,” tambahnya.
Taufiq optimistis Program Subsidi Tepat QR Code dapat menjadi contoh nasional dalam reformasi subsidi energi.
Dengan tata kelola data yang semakin kuat dan dukungan berbagai pihak, ia meyakini tujuan besar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran bukan hanya tercapai, tetapi juga berkelanjutan. (dik)
Editor : Mahendra Aditya